Marcus Rashford Kembali ke Manchester United Usai Barcelona Batal Beli

6 Agustus 2026, 11:31 WIB

Penyerang Timnas Inggris, Marcus Rashford, dijadwalkan kembali memperkuat Manchester United pada musim baru di bawah asuhan pelatih Michael Carrick setelah menuntaskan tugas di Piala Dunia 2026, sebagaimana dilansir dari Bola.

Kembalinya Rashford ke Old Trafford terjadi lantaran Barcelona batal mengaktifkan klausul pembelian permanen sebesar 26 juta paun usai masa peminjamannya berakhir. Klub Katalonia tersebut justru memutuskan untuk memboyong Anthony Gordon dari Newcastle United.

Situasi ini memicu kritik keras dari mantan bek Manchester United era 1991–1996, Paul Parker. Parker menyoroti performa dan loyalitas Rashford yang dinilai perlu dibenahi demi merebut kembali kepercayaan rekan satu timnya.

"Hal terbesar adalah bagaimana dia bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan setimnya? Dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi semua orang membiarkannya hingga akhirnya mereka mengetahui seperti apa dirinya," kata Parker.

Parker mengungkapkan bahwa pada eranya dulu, para pemain senior pasti akan menegur secara langsung pemain yang menunjukkan komitmen rendah di dalam skuad.

"Pada masa saya dulu, pemain senior pasti sudah menariknya dan melakukan sesuatu yang tidak akan menyenangkan baginya," kata Parker.

Keputusan Barcelona yang lebih memilih mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Gordon ketimbang mempertahankan Rashford dianggap Parker sebagai sebuah teguran keras bagi sang striker.

"Dia mendapat kesempatan kecil untuk kembali dan, sejujurnya, kesempatan itu hanya datang karena Barcelona tidak menginginkannya lagi," ujar Parker.

Ia menegaskan bahwa langkah Barcelona tersebut seharusnya membuat sang pemain berkaca atas kualitas dan kontribusinya selama ini.

"Mereka memilih mengeluarkan uang lebih banyak untuk Anthony Gordon. Rashford seharusnya merasa malu. Ketika mereka memutuskan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk Gordon, dia seharusnya merasa malu," kata Parker.

Selain masalah performa, Rashford juga dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan kualitasnya di hadapan para pendukung Setan Merah.

"Kalau dia benar-benar serius ingin membuktikan dirinya lagi, itu akan menjadi tantangan besar baginya," ucap Parker.

Menurut Parker, dukungan dari para suporter tidak bisa didapatkan hanya lewat hasil instan dalam satu pertandingan.

"Suporter tidak akan langsung menerimanya hanya karena satu pertandingan atau satu gol. Dia harus bekerja keras secara konsisten," katanya.

Parker turut mengingatkan bahwa perilaku di luar lapangan dan sikap profesionalisme akan menjadi faktor penentu masa depan Rashford di Old Trafford.

"Bagaimana sikapnya saat duduk di bangku cadangan menyaksikan pertandingan? Bagaimana perilakunya saat latihan dan dalam kehidupan sosial? Itu menjadi salah mejelas masalah besar dan alasan mengapa dia berada dalam situasi seperti sekarang."

Parker menegaskan bahwa kesempatan yang dimilikinya saat ini merupakan peluang terakhir untuk menyelamatkan kariernya di Manchester United.

"Masih banyak yang harus dia lakukan dan buktikan. Sejujurnya, ini adalah kesempatan terakhirnya. Benar-benar kesempatan terakhir," ucap Parker.

Sebelum dipinjamkan ke Barcelona dan Aston Villa, hubungan Rashford sempat memburuk dengan mantan manajer MU, Ruben Amorim. Namun, Carrick diyakini siap memasukkan pemain bergaji 325 ribu paun per pekan tersebut ke dalam rencana skuadnya, di tengah rumor minat dari Tottenham Hotspur dan AS Roma.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang