Marc Marquez mengalami cedera bahu usai terlibat kecelakaan dengan Marco Bezzecchi pada putaran pertama balap utama MotoGP di Mandalika, Indonesia, pada Oktober 2025. Dilansir dari Papanskor, Marquez berencana segera bertolak ke Madrid untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut terkait kondisi tulang selangkanya.
Marquez mengungkapkan kesedihannya atas kondisi fisik yang dialami setelah kecelakaan tersebut.
"Saat ini sedih, karena saya cedera pada lengan kanan lagi dan kali ini dengan tulang selangka seperti retak pada ligamennya, tapi mari kita lihat nanti," ujar Marquez.
Ia menekankan perlunya pemeriksaan lebih mendalam untuk mengetahui dampak cedera yang dialami.
"Kami tetap harus menunggu sedikit untuk memahaminya di Madrid dengan hati-hati terhadap apa yang saya alami." ujar Marquez.
Marquez menyoroti insiden balap yang terjadi serta upaya permohonan maaf yang dilakukan Bezzecchi kepadanya.
"Tetapi, inilah balapan. Hal seperti ini bisa terjadi. Itu benar, bahwa kali ini bukan kesalahan saya tapi di lain waktu itu kesalahan saya, jadi Marco Bezzecchi telah menghampiri saya dan telah meminta maaf, dan ya begitulah," ujar Marquez.
Meskipun mengalami cedera, sang pembalap berusaha tetap fokus pada proses pemulihan agar bisa kembali ke lintasan.
"Saya harus lebih berhati-hati. Nahasnya, saya mendapat cedera tapi sekali lagi, balapan memang seperti ini. Dan sekarang, kami akan kembali ke Madrid untuk mendengar apa yang akan dikatakan dokter dan kemudian mencoba untuk pemulihan dengan cara terbaik dan kembali sesegera mungkin, tapi dalam rentang waktu pemulihan yang tepat," ujar Marquez.
Dia menegaskan jadwal keberangkatan untuk mendapatkan penanganan medis intensif di Madrid.
"Malam ini, kami sudah siap untuk terbang ke Madrid dan langsung ke dokter untuk memastikan tulang selangka saya karena sesuatu telah retak dan saya bisa merasakannya," ujar Marquez.
Langkah tersebut menjadi prioritas bagi Marquez untuk menentukan prosedur medis selanjutnya.
"Dan dari titik tersebut, saya akan mendengar apa yang dikatakan dokter dan mencoba memulihkan diri dengan cara terbaik," ujar Marquez.
Di sisi lain, CEO Aprilia, Massimo Rivola, memberikan keterangan mengenai kondisi Bezzecchi pasca-insiden.
"Marco baik-baik saja. Kami baru saja mendapat kabar dari dr. Charte bahwa dirinya dibawa ke rumah sakit untuk pemindaian dan tidak ada tulang yang retak," ujar Rivola.
Rivola menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Marquez atas insiden yang terjadi di lintasan.
"Namun, yang paling pertama, kami harus meminta maaf kepada Marc. Apa yang terjadi memang sebuah balapan, namun itu juga sangat buruk ketika kami melihat kecelakaannya dan Anda bagian dari orang membawa seseorang keluar dari balapan." ujar Rivola.
Dia kembali menegaskan permintaan maaf tersebut yang juga telah disampaikan kepada tim Ducati Lenovo.
"Jadi, kami meminta maaf kepadanya dan timnya," ujar Rivola.
Rivola mengakui persaingan sengit para pembalap demi meraih hasil terbaik dalam setiap kompetisi.
"Mereka semua adalah pejuang yang berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik pada motornya masing-masing." ujar Rivola.
Ia pun memberikan catatan atas strategi yang dijalankan Bezzecchi dalam balapan tersebut.
"Mungkin sebaiknya tidak perlu berpikir terlalu banyak tentang strategi, karena jelas ia (Bezzecchi) punya kecepatan untuk memulihkan posisi. Dia telah melakukannya kemarin (4/10) dalam separuh akhir balap," ujar Rivola.
Bezzecchi kini memiliki kesempatan untuk kembali berkompetisi pada seri berikutnya di Phillip Island, Australia, pada 17-19 Oktober 2025.






