Mendagri Didesak 16 Kementerian Eksekusi Program Rehab Rekon Sumatera

6 Agustus 2026, 06:46 WIB

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau 16 kementerian dan lembaga untuk segera mengeksekusi program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Jakarta pada Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Instansi-instansi tersebut merupakan bagian dari 32 kementerian dan lembaga pelaksana rencana induk pemulihan yang telah menerima alokasi anggaran resmi dari pemerintah pusat. Adapun 16 lembaga penerima dana tersebut meliputi BMKG, Kemendikdasmen, Kemenhub, Kementerian PKP, Kementerian PU, KKP, Kemenkes, KLH, Kementan, Kemensos, Kemenekraf, BNPB, BPS, Kemendagri, Kemenko Infra, serta KemenPAN-RB.

"Saya sekali lagi berharap rekan-rekan kepala pimpinan kementerian/lembaga yang sudah tersalurkan anggarannya agar segera bekerja cepat untuk mengeksekusi program kegiatan," ujar Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.

Pelaksanaan agenda pemulihan permanen dirancang oleh Kementerian PPN/Bappenas untuk periode 2026 hingga 2028 dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp100,1 triliun berdasarkan himpunan usulan daerah terdampak. Guna menjaga efektivitas penanganan, pemerintah pusat akan membagikan rincian program kerja ke tiap pemerintah daerah agar langkah penanggulangan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota dapat berjalan selaras.

Tito juga mendorong percepatan penyaluran dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026 sebesar Rp10,6 triliun untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, disamping alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) Presiden sebesar Rp268 miliar. "Jadi kalau saya bilang kapal kecilnya itu, yang 10,6 triliun, dan bantuan Presiden 268 miliar dibagikan kepada Pemda. Itu kapal kecil. Kapal besarnya adalah dari kementerian/lembaga," ungkap Tito Karnavian.

Bagi kementerian dan lembaga yang belum memperoleh penyaluran anggaran, Tito menginstruksikan agar koordinasi administratif dengan Kementerian Keuangan segera diselesaikan. "Jangan sampai hanya masalah kekurangan dokumen pendukung, administrasinya, sehingga uangnya enggak disalurkan Menteri Keuangan, Menteri Keuangan menjamin uang ini, beliau (Menteri Keuangan) sudah menyiapkan," kata Tito Karnavian.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang