Mengapa Drum Besi Bisa Terapung di Air? Penjelasan Lengkap 2026

2 Agustus 2026, 05:47 WIB

Sebuah drum besi bisa mengapung di air karena massa jenis rata-rata drum tersebut lebih kecil dari massa jenis air. Fenomena ini mengundang pertanyaan seperti "kenapa drum besi tidak tenggelam di air?" dan "apa penyebab drum besi bisa mengapung?" Penjelasan mendalam akan kita bahas secara teknis dengan mengacu pada hukum Archimedes dan konsep massa jenis dalam fisika.

Massa jenis adalah massa per satuan volume suatu benda, biasanya dinyatakan dalam kg/m³. Massa jenis air sekitar 997 kg/m³, sedangkan massa jenis besi jauh lebih besar, yakni sekitar 7.850 – 7.874 kg/m³. Akan tetapi, drum besi yang kosong berisi udara di dalamnya memiliki massa jenis rata-rata yang jauh lebih rendah dari besi murni.

Udara di dalam drum memiliki massa jenis sekitar 1,225 kg/m³, jauh lebih ringan dibanding air. Karena drum berisi udara, massa jenis keseluruhan drum menjadi gabungan antara massa jenis besi dan massa jenis udara. Akibatnya, massa jenis rata-rata drum menjadi lebih kecil dari massa jenis air, sehingga drum dapat mengapung.

Perhitungan Massa Jenis Rata-Rata Drum Besi

Dalam praktek, rata-rata massa jenis drum dihitung dengan membagi total massa drum (besi + udara) dengan volume total drum. Jika nilai ini kurang dari massa jenis air, drum akan terapung. Pengalaman lapangan menunjukkan drum kosong pasti mengapung, sedangkan drum berisi air atau benda berat di dalamnya akan tenggelam.

Hukum Archimedes dan Penerapannya pada Drum Besi

Hukum Archimedes menyatakan bahwa "benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas (gaya apung) sama dengan berat fluida yang dipindahkannya." Gaya apung ini yang memungkinkan drum besi terapung meskipun materialnya berat.

Gaya apung (Fa) adalah selisih antara berat benda di udara dan berat benda tersebut saat berada dalam air. Contoh: jika berat drum di udara 85 N dan beratnya saat dicelup ke air 60 N, maka gaya apung yang bekerja adalah 25 N. Gaya ini harus cukup untuk menahan berat drum agar tidak tenggelam.

Mekanisme Gaya Apung pada Drum Besi

Ketika drum dimasukkan ke dalam air, air akan menekan drum dari bawah ke atas dengan tekanan yang semakin besar seiring kedalaman. Tekanan hidrostatik ini yang menciptakan gaya apung. Karena drum berisi udara, volume air yang tergantikan oleh drum cukup besar, sehingga gaya apung menjadi cukup kuat menahan berat drum.

Langkah-Langkah Memahami dan Mengamati Fenomena Drum Besi Terapung

  1. Identifikasi massa jenis bahan: Tentukan massa jenis besi, air, dan udara di lingkungan sekitar.
  2. Hitung massa jenis rata-rata drum: Gabungkan massa besi drum dan massa udara di dalamnya, lalu bagi dengan volume drum.
  3. Bandingkan dengan massa jenis air: Jika massa jenis rata-rata drum lebih kecil dari air, drum akan terapung.
  4. Perhatikan gaya apung: Gunakan hukum Archimedes untuk menghitung gaya apung yang bekerja pada drum sesuai volume air yang dipindahkan.
  5. Uji secara praktis: Celupkan drum kosong dan drum berisi air untuk melihat perbedaan terapung dan tenggelam.

Dalam kasus yang sering saya temui, kesalahan umum adalah mengabaikan udara di dalam drum sehingga dianggap drum pasti tenggelam karena berat besinya. Padahal udara itulah yang membuat massa jenis rata-rata menurun drastis.

Contoh Perhitungan Gaya Apung untuk Drum Besi

Misalkan drum besi berukuran 0,5 m³ dengan berat total 100 kg (termasuk udara di dalamnya). Massa jenis rata-rata drum adalah:

Massa jenis drum = massa / volume = 100 kg / 0,5 m³ = 200 kg/m³

Karena 200 kg/m³ jelas lebih kecil dari massa jenis air 997 kg/m³, drum akan terapung. Gaya apung yang bekerja dihitung dengan berat air yang dipindahkan:

Gaya apung = massa jenis air × volume drum × percepatan gravitasi

Jika percepatan gravitasi diasumsikan 9,8 m/s², maka gaya apung:

Fa = 997 × 0,5 × 9,8 = 4885,3 N

Gaya apung sebesar ini cukup menahan berat drum sehingga drum tidak tenggelam.

Pentingnya Memahami Tekanan Hidrostatik pada Drum yang Mengapung

Tekanan hidrostatik meningkat seiring kedalaman air. Ini artinya bagian drum yang lebih dalam mendapatkan tekanan lebih besar. Tekanan ini berkontribusi pada gaya apung yang stabil sehingga drum tetap mengapung tanpa tenggelam.

Tekanan hidrostatik juga menjelaskan mengapa benda berat seperti drum bisa melayang di air, bukan langsung tenggelam. Drum akan menyesuaikan kedalaman hingga gaya apung dan beratnya seimbang.

Urutan Tekanan pada Objek di Dalam Air

  • Ikan di dasar kolam mengalami tekanan paling besar.
  • Ikan di bagian tengah kolam mengalami tekanan sedang.
  • Ikan di permukaan mengalami tekanan paling kecil.

Demikian pula drum, semakin dalam posisinya, tekanannya semakin besar, namun gaya apung akan menahan agar drum tidak tenggelam.

Tips Memastikan Drum Besi Mengapung dengan Aman

  • Pastikan drum dalam kondisi kosong dan kering agar volume udara maksimal.
  • Periksa kebocoran agar udara tidak keluar dan air tidak masuk ke dalam drum.
  • Gunakan drum dengan ukuran dan berat yang sesuai agar massa jenis rata-rata tetap lebih kecil dari air.
  • Hindari menambah beban di dalam drum yang dapat meningkatkan massa jenis rata-rata.

Perbandingan Massa Jenis Besi, Air, dan Udara dalam Tabel

Perbandingan massa jenis bahan relevan pada fenomena drum besi terapung
Bahan Massa Jenis (kg/m³)
Besi 7.850 – 7.874
Air 997
Udara 1,225

Fakta ini menegaskan bahwa masa jenis udara sangat rendah dan sangat membantu drum besi agar tidak tenggelam di air.

sebuah drum besi dapat mengapung di dalam air disebabkan oleh? | Latih dan Asah Otak

Fakta Menarik dari Pengalaman dan Observasi Drum Besi Terapung

Dari pengalaman saya menangani berbagai kasus drum besi di industri, drum kosong yang terpapar air akan langsung mengapung dan stabil di permukaan, sedangkan drum yang bocor atau berisi cairan akan tenggelam. Hal ini menegaskan pentingnya menjaga integritas drum agar tetap mengapung.

Gaya apung tidak hanya berlaku pada drum besi, tetapi juga pada kapal berat sekalipun. Prinsip yang sama menjelaskan bagaimana benda berat sekalipun dapat terapung asalkan volume dan massa jenis rata-ratanya mendukung.

Relevansi Pengetahuan Ini di Tahun 2026

Pada kondisi industri dan lingkungan tahun 2026, pemahaman tentang massa jenis dan hukum Archimedes sangat penting untuk aplikasi pengangkutan dan penyimpanan cairan menggunakan drum besi. Optimasi desain drum agar ringan dan kuat sekaligus tahan bocor menjadi fokus utama produksi.

Selain itu, pengetahuan ini membantu dalam pengelolaan limbah cair dan material di sektor manufaktur agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Rekomendasi Final untuk Memaksimalkan Penggunaan Drum Besi Terapung

Pastikan drum yang digunakan dalam kondisi utuh tanpa kebocoran, gunakan bahan dengan ketebalan optimal agar bobot tidak berlebihan, dan perhatikan volume udara di dalamnya. Pemahaman tentang hukum Archimedes dan massa jenis sangat membantu dalam merancang dan mengaplikasikan drum besi sesuai kebutuhan di lapangan.

Memanfaatkan prinsip fisika ini dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam berbagai aplikasi industri dan logistik pada era sekarang.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang