Mengapa Gaya Jilbab Dimasukkan ke Baju Jadi Tren Formal Terpopuler

9 Juli 2026, 11:30 WIB

Gaya jilbab dimasukkan ke baju kini menjadi pilihan utama bagi banyak wanita yang mengutamakan tampilan bersih, profesional, dan dinamis. Saya melihat tren ini semakin kuat di pertengahan tahun 2026, terutama untuk keperluan formal seperti dunia kerja dan kelengkapan dokumen resmi.

Banyak wanita mencari tahu cara memakai jilbab dimasukkan ke baju agar tetap terlihat anggun dan tidak menumpuk di bagian leher. Penampilan yang rapi tentu meningkatkan rasa percaya diri dalam beraktivitas.

Saat pertama kali mencoba gaya ini, ekspektasi saya adalah mendapatkan tampilan kerah yang tajam dan leher yang jenjang. Namun, realitanya justru sering kali jilbab terlihat menggelembung di dalam pakaian jika teknik pelipatannya keliru.

Mengapa Banyak Instansi Mewajibkan Gaya Ini?

Dunia profesional menuntut keserasian visual yang tinggi agar pekerja terlihat cekatan. Memasukkan sisa kain jilbab ke dalam kemeja atau blazer dinilai mampu meminimalkan kesan berantakan saat bergerak aktif.

Bagi saya, kerapian ini bukan sekadar mengikuti arus mode, melainkan bentuk adaptasi terhadap lingkungan kerja modern yang serbacepat. Penampilan yang rapi juga memberikan impresi pertama yang positif bagi klien maupun rekan kerja.

Aturan Foto Resmi yang Kerap Membingungkan

Keperluan administrasi seperti pas foto ijazah atau dokumen negara sering kali memicu pertanyaan seputar tata cara berhijab. Pertanyaan seperti "bagaimana aturan foto ijazah ut wanita jilbab?" sering menjadi topik hangat di kalangan mahasiswa tingkat akhir.

Universitas Terbuka menetapkan spesifikasi ketat untuk dokumen kelulusan mereka. Berdasarkan syarat pas foto kelulusan universitas terbuka, mahasiswa harus mengunggah berkas digital berformat khusus.

Ukuran pas foto ijazah UT yang diwajibkan adalah 3 x 4 cm dengan format ekstensi file JPG/JPEG. Selain itu, ukuran maksimal file pas foto UT tidak boleh melebihi 1 MB agar dapat diproses oleh sistem.

Dalam foto resmi tersebut, bentuk wajah dan kerah pakaian harus terlihat dengan jelas tanpa terhalang untaian kain. Itulah mengapa gaya jilbab yang dimasukkan ke dalam kerah baju menjadi solusi paling aman.

Hukum Jilbab Dimasukkan ke Baju dalam Pandangan Islam

Bagi seorang muslimah, aspek syariat tentu tetap menjadi pertimbangan utama sebelum mengikuti tren mode apa pun. Muncul keraguan di kalangan masyarakat mengenai bolehkah kerudung dimasukkan ke dalam baju menurut islam.

Batasan Aurat Berdasarkan Dalil Al-Qur'an

Penjelasan mengenai batasan aurat dan bagaimana menutupinya merupakan ranah pembahasan fiqh yang bersumber langsung dari dalil Al-Qur’an dan hadits nabi. Hal ini mengacu pada petunjuk dalam Q.S. An-Nur ayat 31, Q.S.

Al-Ahzab ayat 59, dan Q.S. Al-A’raf ayat 26.

Menurut penjelasan Ustazah Nur Hamidah, Lc, M.Ag., ayat-ayat tersebut menegaskan kewajiban bagi wanita untuk mengulurkan kerudungnya hingga menutupi bagian dada. Secara umum, jilbab yang longgar dan menjuntai adalah bentuk ideal yang diperintahkan.

"Batasan aurat dan bagaimana menutupinya adalah pembahasan fiqh dari dalil Al-Qur’an dan hadits nabi seperti dalam Q.S. An-Nur ayat 31 dan Q.S. Al-Ahzab ayat 59."

Oleh karena itu, hukum jilbab dimasukkan ke baju bisa menjadi tidak diperbolehkan jika pakaian yang dikenakan terlalu ketat. Memasukkan jilbab ke baju ketat akan menonjolkan lekuk leher dan dada, yang mencederai esensi hijab itu sendiri.

Kedaruratan di Lingkungan Kerja dan Pandangan Mazhab

Meski demikian, terdapat fleksibilitas dalam kondisi-kondisi tertentu yang melibatkan regulasi institusi. Ustazah Nur Hamidah, Lc, M.Ag. menjelaskan bahwa ketika kondisi kedaruratan dan penekanan lingkungan kerja, dimaafkan sekadarnya saja yaitu hanya di lingkungan saat bekerja.

"Ketika kondisi kedaruratan dan penekanan lingkungan kerja, dimaafkan sekadarnya saja (yaitu hanya di lingkungan saat bekerja)."

Sebagai perbandingan mengenai kelonggaran dalam fiqh, menurut mazhab hanafi kaki itu tidak aurat, dipersilakan ibu memilih pakai atau tidak kaos kaki atas dasar ilmu, izin suami dan ketenangan jiwa. Fleksibilitas serupa berlaku dalam batasan berpakaian kerja selama tidak berlebihan.

Jika Anda harus menerapkan gaya ini di tempat kerja, saya menyarankan untuk menyiasatinya dengan memakai blazer longgar atau outer. Langkah ini efektif untuk menyamarkan siluet dada sehingga Anda tetap merasa tenang dan nyaman.

Panduan Langkah Demi Langkah Gaya Hijab Clean Look

Untuk mendapatkan hasil yang rapi tanpa efek mencekik di leher, Anda memerlukan teknik pelipatan dan penyematan jarum yang tepat. Saya menyarankan untuk selalu menggunakan ciput ninja agar bagian leher tetap tertutup sempurna.

Cara Memakai Hijab Segi Empat Rapi untuk Formal

Jenis hijab segi empat adalah opsi terbaik jika Anda menginginkan struktur yang kokoh di bagian dahi. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti:

  1. Lipat hijab segi empat menjadi bentuk segitiga seperti biasa.
  2. Letakkan di atas kepala dengan kedua sisi sama panjang, lalu sematkan jarum pentul di bawah dagu.
  3. Ambil kedua ujung jilbab, silangkan di bagian depan dada, lalu bawa ke arah belakang leher.
  4. Ikat kedua ujung tersebut dengan kencang di bawah rambut, di dalam ciput ninja Anda.
  5. Rapikan bagian depan pakaian dan masukkan sisa kain jilbab ke dalam kerah baju secara perlahan.
Tutorial Hijab Segiempat Formal untuk Foto KTP, Buku Nikah dan Lamaran Kerja | Intan Oktania

Tutorial Jilbab Segi Empat untuk Kerja Kantoran

Bagi yang aktif bekerja, tutorial jilbab segi empat untuk kerja kantoran ini sangat berguna karena posisinya tidak mudah bergeser seharian. Kuncinya terletak pada cara Anda mengikat sisa kain di bagian belakang.

Pastikan ikatan tidak terlalu tebal agar tidak membuat kerah baju bagian belakang mencuat ke atas. Anda bisa melilitkan sisa ujung jilbab mengitari leher terlebih dahulu sebelum menyelipkannya ke dalam baju.

Review Karakteristik Kain untuk Gaya Hijab Dimasukkan Baju

Tidak semua jenis kain jilbab cocok untuk diaplikasikan dengan gaya dimasukkan ke dalam baju. Karakter serat dan ketebalan bahan sangat menentukan apakah hasil akhirnya akan terlihat mulus atau justru menumpuk gempal.

Kain Segi Empat Polycotton yang Klasik

Bahan polycotton menurut saya adalah pilihan paling aman untuk gaya clean look ini. Kainnya tipis namun tidak menerawang, serta memiliki fleksibilitas yang baik saat dililitkan di leher.

Kekurangannya, polycotton cenderung mudah kusut jika Anda terlalu banyak menunduk atau aktif bergerak. Anda harus menyetrikanya dengan suhu yang tepat sebelum digunakan agar garis lipatannya terlihat tajam sempurna.

Pashmina Airflow untuk Sehari Hari

Jika Anda lebih menyukai pashmina, pashmina airflow untuk sehari hari bisa menjadi alternatif yang menarik. Bahan crinkle-nya memberikan tekstur yang kasual dan tidak perlu disetrika.

Namun, bahan airflow memiliki ketebalan yang cukup tinggi dibandingkan polycotton. Karakter tebal ini menjadi kekurangan tersendeknya, karena berisiko membuat area leher terlihat sangat penuh saat dimasukkan ke dalam baju kemeja yang pas badan.

Perbandingan Karakteristik Bahan Hijab untuk Gaya Dimasukkan Baju
Jenis Bahan Ketebalan Kain Tingkat Kerapian Kemudahan Diatur
Polycotton Tipis Sangat Tinggi Mudah
Voal Premium Sedang Tinggi Sangat Mudah
Pashmina Airflow Tebal Cukup Sedang
Satin Silk Sedang Sangat Tinggi Sulit

Berdasarkan perbandingan di atas, jika fokus utama Anda adalah menghadiri acara formal atau melakukan pas foto resmi, bahan polycotton atau voal premium jauh lebih direkomendasikan daripada pashmina bertekstur tebal.

Pemilihan jenis kain jilbab yang tepat dikombinasikan dengan teknik pelipatan yang benar akan menghasilkan tampilan profesional yang memikat. Sesuaikan selalu pilihan gaya busana Anda dengan regulasi tempat kerja tanpa mengabaikan kenyamanan pribadi serta prinsip dasar dalam berpakaian.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang