Menkeu Purbaya Kritik Penilaian Negatif Moody’s dan Fitch untuk Ekonomi RI

5 Agustus 2026, 19:17 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebingungan atas keputusan Moody's dan Fitch Ratings yang memberikan outlook kredit negatif untuk Indonesia, meskipun indikator ekonomi menunjukkan kondisi baik. Pernyataan ini disampaikan saat acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.

Menurut Purbaya, Moody's dan Fitch mengambil langkah yang premature karena mengeluarkan penilaian sebelum data resmi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 diumumkan. Setelah data tersebut keluar dengan pertumbuhan 5,6%, terlihat bahwa kedua lembaga tersebut salah mengukur kondisi ekonomi Indonesia, sehingga Purbaya menyebut mereka "offside".

"Saya sudah bingung tuh waktu Moody's ngeluarin outlook negatif, terus nggak lama Fitch juga outlook-nya negatif. Padahal, saya sudah jelasin macam-macam, wah bahwa kita bagus, segala macam," ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan, "Rupanya mereka offside karena mereka keluarkan itu sebelum angka triwulan pertama keluar. Begitu angka triwulan pertama keluar 5,6%, harusnya kelihatan betul mereka salah ukur ekonomi kita."

Berbeda dengan Moody's dan Fitch, S&P Global Ratings melakukan pendekatan berbeda dengan berdiskusi secara mendalam mengenai kebijakan fiskal, moneter, dan arah strategi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"S&P tidak mengulangi kesimpulan yang sama. Dia diskusikan dengan kita dengan detail dan melihat kebijakan fiskal seperti apa, moneter seperti apa, kebijakan Pak Prabowo seperti apa. Akhirnya mereka bisa melihat memang kita bergerak ke arah yang betul," tambah Purbaya.

Penjelasan Purbaya ini dilansir dari Detik Finance dan menunjukkan perbedaan sikap lembaga pemeringkat global terhadap prospek ekonomi Indonesia di tahun 2026.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang