Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik empat pejabat pimpinan tinggi di lingkungan kementeriannya pada Rabu siang di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, dilansir dari Detik Finance.
Empat pejabat yang dilantik adalah Lana Saria sebagai Kepala Badan Geologi, Tirta Nugraha Mursitama sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Muhammad Ikhsan Kiat sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), dan Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Lana Saria sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM. Bahlil menegaskan pentingnya peran Badan Geologi sebagai sumber data utama kekayaan alam di sektor mineral, batu bara, dan migas.
"Pertama adalah kita melantik kepala badan geologi. Karena menurut kami, Badan Geologi ini sangat penting. Karena di sana lah awal sumber data menyangkut dengan kekayaan sumber di alam kita. Baik di mineral, batu bara, maupun di sektor migas," ujar Bahlil.
Tirta Nugraha Mursitama dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM. Sebelumnya, Tirta menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kemitraan Penanaman Modal di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Bahlil juga melantik Muhammad Ikhsan Kiat sebagai Kepala Lemigas, yang mendapat mandat penting dari pemerintah untuk mengawal pengadaan migas, termasuk dari Rusia.
"Saya melantik saudara Ikhsan. Saudara Ikhsan ini sebagai kepala Lemigas yang kita tahu bersama bahwa Lemigas mendapat mandat dari pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk melakukan pengadaan migas, crude, maupun LPG," ujar Bahlil.
Mengenai Kepala Lemigas yang baru, Bahlil berpesan agar produktivitas kerja Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM dapat ditingkatkan, termasuk melakukan konsolidasi internal dan memastikan KPI tetap berjalan.
"Selain melakukan impor, dia juga kan harus mengecek kualitas dan segala macam. Jadi silahkan dia melakukan konsolidasi internal dengan KPI-KPI yang tadi saya sampaikan bahwa harus tetap berjalan," tambahnya.
Terakhir, Mawardi Nur dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), yang berperan seperti SKK Migas khusus di wilayah Aceh yang memiliki otonomi khusus.
"BPMA ini kayak SKK Migasnya lah di Aceh. Karena dia kan otonomi khusus, jadi kita memberikan perlakuan khusus," kata Bahlil.







