Menteri Keuangan Kritik Moody’s dan Fitch atas Outlook Negatif Indonesia

6 Agustus 2026, 04:49 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik lembaga pemeringkat global Moody's dan Fitch Ratings atas penerbitan outlook kredit negatif terhadap Indonesia.

Kritik ini disampaikan Purbaya pada acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026), setelah kedua lembaga tersebut menilai prospek utang Indonesia negatif meski kondisi ekonomi menunjukkan sebaliknya.

Purbaya mengaku bingung dengan hasil asesmen negatif dari Moody's dan Fitch, karena data indikator perekonomian Indonesia dinilai tetap baik.

"Saya sudah bingung tuh waktu Moody's ngeluarin outlook negatif, terus nggak lama Fitch juga outlook-nya negatif. Padahal, saya sudah jelasin macam-macam, wah bahwa kita bagus, segala macam," ujar Purbaya.

Menurutnya, kedua lembaga tersebut salah langkah karena merilis penilaian sebelum data resmi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 diumumkan.

Ketika data kuartal pertama yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi 5,6% dirilis, Purbaya menilai Moody's dan Fitch salah menghitung kondisi ekonomi Indonesia.

"Rupanya mereka offside karena mereka keluarkan itu sebelum angka triwulan pertama keluar. Begitu angka triwulan pertama keluar 5,6%, harusnya kelihatan betul mereka salah ukur ekonomi kita," jelas Purbaya.

Berbeda dengan Moody's dan Fitch, S&P Global Ratings melakukan pendekatan berbeda dengan mengadakan diskusi mendalam terkait kebijakan fiskal, moneter, dan strategi di bawah Presiden Prabowo Subianto.

"S&P tidak mengulangi kesimpulan yang sama. Dia diskusikan dengan kita dengan detail dan melihat kebijakan fiskal seperti apa, moneter seperti apa, kebijakan Pak Prabowo seperti apa. Akhirnya mereka bisa melihat memang kita bergerak ke arah yang betul," imbuh Purbaya.

Informasi ini dilansir dari Detik Finance.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang