Messi Berpeluang Raih Ballon d’Or Kesembilan Lewat Aturan Baru

5 Agustus 2026, 16:31 WIB

Peluang Lionel Messi untuk menambah koleksi gelar individu paling bergengsi di dunia sepak bola masih terbuka lebar. Pihak penyelenggara Ballon d'Or, France Football, memberikan kepastian terkait Regulasi pemilihan pemenang yang kini tidak lagi membatasi wilayah kompetisi sang pemain.

Pernyataan resmi tersebut memperbesar kans sang kapten Timnas Argentina untuk menyabet penghargaan Ballon d'Or yang kesembilan sepanjang karier profesionalnya, sebagaimana dilansir dari Bola.

Kepastian tersebut dipublikasikan France Football dalam artikel rubrik press room di laman resmi Ballon d'Or bertepatan dengan momen Piala Dunia 2026. Artikel bertajuk "Can you win the Ballon d'Or without playing for a European club?" itu menampilkan foto Cristiano Ronaldo sebagai gambar utama, namun fokus pembahasan mengulas peluang para bintang yang merumput di luar Benua Biru, termasuk Messi.

Messi sendiri saat ini telah berkarier di Major League Soccer (MLS) selama tiga musim. France Football menegaskan bahwa panggung kompetisi tempat seorang pesepak bola bernaung bukan lagi menjadi penghalang untuk meraih trofi individual tersebut.

"Untuk menjawab pertanyaan itu, mari melihat sedikit sejarah," tulis France Football.

"Ballon d'Or yang dibuat pada 1956 awalnya diberikan kepada pemain Eropa terbaik yang bermain di liga Eropa. Aturan itu bertahan hingga 1995, ketika penghargaan tersebut menjadi berskala global, tetapi masih terbatas untuk pemain yang bermain di liga Eropa. Namun, sejak 2007 tidak ada lagi pembatasan. Ballon d'Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia," lanjut laporan resmi tersebut.

Rekor Messi dan Perubahan Periode Penilaian

Pihak penyelenggara turut mengingatkan catatan sejarah ketika Messi memenangkan Ballon d'Or kedelapannya pada Oktober 2023. Capaian itu mengukuhkan dirinya sebagai pemain putra pertama yang memenangi trofi tersebut saat berstatus non-klub Eropa, tepatnya beberapa bulan setelah bergabung dengan Inter Miami.

Meski begitu, performa yang menjadi acuan juri kala itu merupakan kiprahnya bersama Paris Saint-Germain sebelum hijrah ke Amerika Serikat.

"Sejak 2022, Ballon d'Or dinilai berdasarkan satu musim, dari Agustus hingga Juli, bukan lagi tahun kalender," tulis France Football.

"Itu berarti, untuk penilaian di level klub, para juri mendasarkan keputusan mereka pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain, klub yang ditinggalkannya pada musim panas 2023 setelah menjadi juara dunia," jelas France Football.

Peluang di Piala Dunia 2026

Sejak momen tersebut, nama Messi sempat absen dari daftar nominasi. Dalam sejarahnya, Neymar menjadi pemain pria terakhir yang masuk nominasi saat sepenuhnya berkarier di luar Eropa, yakni kala membela Santos pada 2011. Sementara di kategori putri, Megan Rapinoe sukses memenanginya pada 2019 saat membela Seattle Reign FC.

Terlepas dari hasil laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Messi dinilai berpeluang besar mengamankan gelar Golden Ball ketiganya sebagai pemain terbaik turnamen. Penampilan impresif di panggung dunia hampir dipastikan mengamankan posisinya dalam daftar nominasi Ballon d'Or tahun ini.

Jika berhasil tampil gemilang dan mengantar Argentina merengkuh trofi juara dunia, Messi diprediksi menjadi kandidat terdepan untuk memenangkan Ballon d'Or kesembilan. Penjelasan resmi France Football memastikan pintu menuju rekor baru tersebut tetap terbuka lebar.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang