Mobil Listrik Wuling Air EV Terbakar di Bandung Picu Kekhawatiran Publik

17 Juni 2026, 21:01 WIB

Keamanan baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) kini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah insiden terbakarnya satu unit mobil listrik Wuling Air EV di area jalanan Kota Bandung pada Sabtu 5 Juli 2025 lalu.

Peristiwa tersebut sempat terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @Viranurzahra17. Berdasarkan tayangan video itu, bagian depan kendaraan roda empat tersebut awalnya mengeluarkan asap tebal sebelum akhirnya hangus dilalap api.

Kondisi jalanan yang basah saat kejadian tampaknya tidak memberikan pengaruh besar dalam meredam kobaran api. Situasi ini memicu berbagai pertanyaan dari warganet mengenai ketahanan sistem proteksi mobil listrik saat menghadapi kondisi ekstrem.

Dikutip dari Papanskor, salah satu warganet dengan akun @raya menyampaikan kekhawatiran mereka melalui kolom komentar pada Senin 7 Juli 2025.

"Mobil listrik aman enggak sih ya kalau lewat di jalan lagi banjir? Takut kalau konslet terus malah pada kesetrum," ucap salah satu warganet @raya di unggahan video tersebut, Senin 7 Juli 2025.

Pihak produsen langsung mengambil langkah cepat untuk menanggapi peristiwa yang viral ini. Aftersales Director Wuling Motors, Maulana Hakim, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran lebih mendalam mengenai penyebab utama kebakaran.

"Saat ini kami sedang melakukan kontak kepada komsumen dan juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Aftersales Director Wuling Motors, Maulana Hakim.

Kendaraan listrik mungil ini merupakan salah satu model yang diminati di pasar otomotif Indonesia. Tingginya minat masyarakat juga didorong oleh adanya program insentif PPN yang diberikan oleh pemerintah.

Sektor baterai menjadi bagian yang paling diperhatikan oleh calon konsumen. Produk ini sendiri dipasarkan dalam beberapa tipe, yakni varian Lite dengan pilihan jarak tempuh 200 km dan 300 km, serta varian Pro yang memiliki daya jelajah hingga 300 km.

Tipe Lite untuk jarak 200 km dibekali dengan komponen baterai berkapasitas 17,3 kWh. Sementara itu, untuk varian Lite dan Pro dengan jarak tempuh 300 km menggunakan kapasitas daya yang lebih besar, yaitu 26,7 kWh.

Seluruh sistem penyimpanan daya pada mobil ini sudah mengantongi sertifikasi standardisasi IP67. Sertifikat ini mengklaim bahwa komponen tersebut memiliki proteksi yang kuat terhadap paparan air maupun debu dalam pemakaian sehari-hari.

Sistem Pengisian Daya dan Karakteristik LFP

Durasi pengisian ulang daya kendaraan ini sangat bergantung pada sumber listrik yang digunakan oleh pemilik. Jika menggunakan sambungan listrik rumah tangga dengan daya 2.200 VA, proses pengisian dari kondisi 20 persen hingga penuh memakan waktu sekitar 8,5 sampai 11 jam.

Waktu tunggu dapat dipangkas menjadi sekitar 4 jam apabila menggunakan pasokan listrik berdaya 6.600 VA. Untuk pengisian paling cepat dapat diakses melalui SPKLU dengan durasi 30 hingga 90 menit saja, tergantung pada tipe konektor yang dipasang.

Sistem baterai LFP pada umumnya dipilih karena dinilai mempunyai sejumlah kelebihan struktural. Beberapa klaim keunggulannya meliputi usia pakai yang panjang, aspek keselamatan tinggi, serta kemampuan bertahan yang baik pada temperatur suhu tinggi.

Selain itu, jenis baterai ini juga diklaim memiliki proteksi lebih terhadap risiko overcharge maupun overdischarge yang dapat membahayakan keamanan kendaraan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang