Nama Anak Masuk Dapodik Tanpa Izin Diduga Ulah Oknum Posyandu

6 Agustus 2026, 21:47 WIB

Sejumlah orang tua mengeluhkan data pribadi anak mereka yang mendadak tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) meski belum pernah didaftarkan ke lembaga pendidikan mana pun, dilansir dari Detikcom. Masalah ini memicu kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan data oleh pihak sekolah hingga memicu kendala administratif seperti penolakan pendaftaran dan kesulitan memperoleh ijazah.

Kondisi tersebut diduga melibatkan oknum kader Posyandu serta tindak pencurian data dari Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Berdasarkan keluhan orang tua di media sosial, data anak diduga dimanfaatkan tanpa izin untuk memenuhi kuota siswa di kelompok bermain maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekitar.

Seorang orang tua berinisial R membagikan pengalamannya saat hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah tahun ini. Pihak sekolah menolak pendaftaran tersebut lantaran sang anak telah terdaftar di sebuah kelompok bermain (kober). Penelusuran menunjukkan bahwa pendaftaran tersebut diduga dilakukan oleh kader Posyandu yang juga mengajar di kober dekat rumahnya.

"Padahal saya blm pernah daftarin anak saya ke sekolah manapun pas ditelusuri ternyata anak saya didaftarin ke kober yang deket rumah saya sama kader posyandu, karna kader nya merangkap jadi guru di kober tersebut," tulis R.

Usai kejadian tersebut, pihak keluarga langsung meminta agar data anak mereka dihapus dari kober. R menyebut bukan hanya anak pertamanya yang dimasukkan ke dalam sistem, melainkan juga anak keduanya yang baru berusia 3,5 tahun.

"Untung nya ketahuan, terus suami saya minta buat dikeluarin dari data di kober tersebut, dan ternyata semua yang ikut posyandu disana didaftrarin ke kober itu termasuk anak ke 2 saya yg usianya 3.5thn jga di daftarin, parah bangetttt," sambungnya.

Kejadian serupa dialami oleh orang tua S saat mengurus pendaftaran TK. Pihak sekolah menginformasikan bahwa anaknya telah memiliki Nomor Induk Siswa (NIS) dan terdaftar di PAUD dekat rumah mereka.

"aku pernah ni ngalamin gini.. wkt dftarin anakku pas TK, sekolahnya kasi info kl anakku udh punya NIS dan udh kedaftar di sekolah paud dkt rumah..stlh aku telusuri trnyt pihak posyandu yg diem2 dafarin anakku di paud tsb pdhl itu wkt covid anakku blm sklh..," ujarnya.

Modus lain yang diungkapkan orang tua R adalah dugaan penggunaan data dari dokumen kependudukan. Data anak keduanya bisa tercatat di TK karena pihak sekolah menyimpan dokumen Kartu Keluarga (KK) saat kakak dari anak tersebut pernah bersekolah di sana.

"wah sama dong,anak yg kedua aku gitu juga,pas mau daftar ke tk dibilang anak bapak sudah terdaftar di tk lain,ternyata yg daftarin tk dekat rumah dengan nyuri data lewat kartu keluarga yg dulu sebelumnya kakaknya pernah sekolah disana dan adiknya malah dimasukan datanya tanpa sepengatahuan saya…g*** emang sekolah tu otaknya cuma duit," tulis R.

R menambahkan, penyalahgunaan data juga terjadi setelah ia menyerahkan identitas kependudukan kepada pengurus lingkungan untuk keperluan pendataan, yang ternyata diserahkan ke pihak sekolah.

"anakku dulu gitu loh pas masuk tk mau di daftarin sama tk nya ternyata sudah terdaftar namanya di tk lain padhal aku gak pernah sekolah di tk itu dn pas aku tanya ke tk itu jawabannya karna anakku pernah ikut lomba di sekolah itu jadi di daftarin padahal anakku gak pernah juga ikut lomba di sekolah itu," tulisnya.

"cuma dulu pernah di minta kk dan KTP saat pembukaan sekolah tk itu sama rt setempat katanya untuk pendataan anak,bodohnya aku malah di kasih kirain bener untuk pendataan anak ternyata malah di daftarkan di dapodik," sambung R.

Kendala Memperoleh Ijazah dan Pencabutan Data

Pencatatan data secara sepihak di Dapodik menimbulkan dampak serius bagi peserta didik. Orang tua R menceritakan bahwa anaknya dinyatakan lulus dari sebuah TK di sistem Dapodik, padahal sang anak tidak pernah mengecap pendidikan di sekolah tersebut. Akibat status tersebut, sang anak tidak bisa mendapatkan ijazah saat lulus dari TK tempatnya menempuh pendidikan yang sebenarnya.

"Seperti yang dialami anak saya,,tahun kemarin baru saya daftarkan ke tk tapi ternyata dia udah terdaftar disekolah lain bahkan dinyatakan lulusðŸ˜padahal saya baru mendaftar 🥹," tulis R.

"alhasil disini saya yang dirugikan krna ketika lulus anak saya tidak dapat ijazah dari sekolah yang skrg krna keterangan lulus ditempat lain,kami datangi tk bersangkutan mereka hanya berkata kesalahan team operator 😴rumit repot dan mereka lepas tangan 😳padahal saya belom pernah mendaftar kan anakðŸ˜," sambungnya.

Proses pencabutan berkas atau penghapusan data dari sekolah asal juga kerap dipersulit. Orang tua S menceritakan kerumitan saat meminta sekolah lama melepaskan data anaknya.

"anakku dl jg gitu, terdaftar disatu TK, padahal blm daftar, cm istri saya pernah main ke tk tersebut karena kawannya ngajar di tk itu, eee pas anakku sekolah ditk lain katanya hrs cabut berkas dl disekolah lama, kami hub lah tk dmn anak terdaftar dapodiknya eeh sekolahnya banyak dramanya alasan ini itu yg tidak perlu," tulis S.

Pengalaman serupa disampaikan orang tua U yang harus meluangkan waktu ekstra untuk mengurus pembatalan data yang tidak sah.

"aku juga pernah anak aku sekolah dmna dapodik nya terdaftar di sekolah mana?sampe bolak balik buat cabut data.bukan kah itu termasuk pencurian data yah," tulis U.

Orang tua A turut mengalami kerumitan serupa ketika meminta perbaikan data kepada pihak sekolah yang mencantumkan nama anaknya.

"iya anakku juga gtu, jauh banget lagi terdaftar sekolahnya.. ihh agak sedikit kesel kenapa tbtb data anakku terdaftar sekolah di tk lain, pas di datengin sekolahnya bilang kepala sekolahnya pergilah, inilah itulah, operator sekolahnya juga lagi liburlah.. pas kami marah minta dikeluarin barulah dikeluarin itu nmr dapodik dari sekolah yang gak tau itu kami gak pernah sekolah di tk itu. karna baru tahun kmrin masuk tk dan skg udah SD sih anaknya.. itu kenapa ya kok bisa gitu," tulis A.

Penolakan Perbaikan Data hingga Terdata di Luar Pulau

Sejumlah sekolah yang terbukti mencantumkan data tanpa izin bahkan enggan mengeluarkan data siswa tersebut dari sistem. Orang tua M mengungkapkan anaknya terpaksa berstatus sebagai murid titipan karena sekolah asal menolak melepas data di Dapodik.

"kejadian itu pernah terjadi sama anak saya,, saya belum pernah mendaftarkan anak saya ke sekolah manapun pada saat itu tp setelah saya daftarkan anak ke TK kata kepala sekolahnya data anak sudah terdaftar di sekolah lain dan saya konfirmasi ke sekolah tersebut karena kebetulan dekat rumah, eh ternyata benar sudah di daftrakan sm sekolah tersebut," tulis M.

"saya marah dan minta di keluarkan data dr sekolah tersebut tp pihak sekolah tidak mau mengeluarkannya pada akhirnya anak saya statusnya jd murid titipan di sekolah baru nya," sambungnya.

Dalam kasus lain yang dialami orang tua D, penolakan perbaikan data dari PAUD di kampung halaman memaksa kepala sekolah di tempat anak tersebut belajar sekarang untuk berkonsultasi langsung ke kementerian.

"anak saya juga posyandu di kampung suami di daftarin sekola PAUD yg di kampung sama kader,, saya ga tau apa" , setahun kemudian pas udh sekola PAUD di kota sini kepala sekolah nya bilang bahwa anak saya sudah masuk PAUD di kampung.. saya klarifikasi bahwa ini sekolah PAUD yang pertama, belom pernah sekola dimana pun.. trs tlp lah orang yg dikampung minta di keluarkan data ank saya PAUD M**** ga bisa tuh akhirnya kepala sekolah paud yg di sini ke mendikbud," tulis D.

Masalah ini bahkan menimpa calon peserta didik yang namanya terdaftar di sekolah yang berada di kabupaten atau pulau berbeda. Pemilik akun N membagikan pengalamannya saat gagal memasukkan data siswa baru ke sistem.

"kasus ygg sama , td saya mau input data 2 orang peserta didik baru ,tetapi setelah di isi dan klik simpan terdata peserta didik saya sudah menjadi siswa di sekolah lain dan. sudah ada NISN nya ,lansung saya komfirmasi dg orang tua ,,dan orang tidak pernah mendaftarkan anak nya di sekolah mana pun,apalagi sekolah yg bersangkutann ternyata berada di kabupaten dan pulau yang berbeda," tulis N.

Kejanggalan serupa dialami oleh Y saat keponakannya hendak mendaftar program Kesetaraan Paket, namun terdeteksi terdaftar di sekolah wilayah lain.

"…ponakan saya sudah keluar sekolah.. pas mau ikut Paket.. ternyata terdaftar di dapodik di Sekolahan d G*******.. padahal tak pernah ke G****…aneh," tulis Y.

Begitu pula dengan keponakan pemilik akun M yang mendadak tercatat di sekolah asal kampung halamannya meskipun berdomisili di Jakarta.

"kya ponakan ku, mau daftar sekolah swasta di Jakarta pas di cek namanya udh ada di sekolah yg di kampung (L***********) pdhl ga pernah daftar,itupun pulang kampung setahun kadang 2 tahun sekali. akhirnya minta di hapus 🙂," tulis M.

Keluhan Operator Sekolah

Kondisi ini tidak hanya merugikan orang tua dan siswa, tetapi juga menyulitkan para operator Dapodik di sekolah. Operator berinisial Y mengaku kewalahan ketika NIK calon siswa baru tidak dapat diproses karena telah terdaftar sebelumnya.

"Saya sebagai Ops dapodik TK sampe kebingungan mau masukkan siswa k dapodik krna ada beberapa NIK anak yg sdah terdaftar sekolah, sedangkan Ortunya merasa sebelumnya belum pernah mendaftarkan anaknya sekolah," ungkap Y.

Sementara itu, pemilik akun P membeberkan adanya praktik memasukkan data calon murid yang baru sebatas melakukan konsultasi atau pendaftaran awal tanpa kepastian.

"dlu jg punya murid, katanya sebelumnya mau daftar tp gk jd. ternyata sm sekolah tsb dimasukkan ke data dapodik dia, trs ditelfon sm kepsekku~," tulis P.

Operator lain berinisial S menceritakan kendalanya saat tidak bisa menarik data siswa baru akibat klaim dari sekolah lain.

"satu siswa saya tdk dpt dtarik dapodik,keteranganya sdh terdaftar d skolh lain . pdhal ortu ny hny mndaftarkn dskol kami," tulis S.

Kesulitan serupa diungkapkan oleh pemilik akun U yang mendapati empat calon siswanya gagal didaftarkan karena datanya telah digunakan pihak lain.

"siswa saya ad 4 org yg membal saya daftarkan ke dapodik karna sttus sianak sudah trdaftar disekolah lain. pusing saya nyari2 no kepseknya gak tau. nambah kerjaan saya aja ðŸ˜ðŸ˜," tulis U.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang