Nathan Thomas Raih Rekor Profesor Laki Laki Termuda di Dunia

8 Agustus 2026, 11:34 WIB

Gelar profesor laki-laki termuda di dunia resmi disandang oleh Nathan Thomas setelah mengajar di Universitas Miami Dade, Florida, Amerika Serikat pada 2023. Saat memulai peran sebagai pengajar tersebut, usianya baru menginjak 18 tahun 346 hari.

Capaian akademis ini secara resmi dicatat oleh Guinness World Records, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pencapaian Thomas berhasil memecahkan rekor bersejarah milik Colin Maclaurin yang menjadi profesor pada umur 19 tahun pada rentang periode 1698-1746.

Catatan usia Thomas juga tercatat 16 hari lebih muda dibandingkan pemegang rekor pengajar perempuan termuda, Alia Sabur. Sabur sebelumnya mengukuhkan rekor tersebut pada tahun 2008 saat berusia 18 tahun 362 hari.

Pencapaian langka ini berakar dari dorongan lingkungan keluarga yang berlatar belakang teknik. Kedua orang tuanya secara konsisten memupuk rasa ingin tahu dan mengenalkan konsep ilmu pasti sejak usia dini melalui pendekatan yang interaktif.

Peran sang ibu menjadi faktor krusial dalam membentuk pemahaman akademisnya. Thomas mengungkapkan bahwa ibunya memiliki cara khusus untuk menyederhanakan materi saintifik yang rumit sehingga mudah dicerna dan diselesaikan secara mandiri.

"[Ibu saya] punya cara untuk membuat segala sesuatu terasa sederhana meskipun sebenarnya tidak, dan saya rasa sebagian dari hal itu melekat pada saya, lebih dari yang saya sadari saat itu," jelasnya.

Akselerasi Pendidikan dari Kuliah Ganda hingga Magister

Kemampuan intelektual yang terasah sejak kecil mengantarkan Thomas masuk ke program kuliah ganda di Universitas Miami Dade pada usia 10 tahun. Ia kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Florida International University ketika berumur 14 tahun.

Sebelum genap berusia 19 tahun, Thomas telah mengantongi gelar Sarjana sekaligus Magister Teknik Elektro dengan predikat cum laude. Di saat remaja sebayanya baru mulai menempuh bangku kuliah, ia sudah bersiap mengajar di ruang kelas perguruan tinggi.

Selama menjalani pendidikan di tengah rekan tingkat yang jauh lebih tua, Thomas memilih untuk tetap berfokus pada tujuan utamanya menuntut ilmu tanpa memedulikan perbedaan usia.

"Begitu Anda berada di lingkungan itu, semua orang ada di sana untuk alasan yang sama, yaitu untuk belajar," kata Nathan.

"Usianya sebenarnya tidak menjadi faktor penentu," imbuhnya.

Pengalaman Mengajar dan Rencana Pendidikan Hukum

Saat mendampingi para mahasiswa di kelas, Thomas memanfaatkan pengalaman pribadinya untuk memahami kendala belajar yang dialami peserta didik. Ia merasa seperti memantulkan kembali proses dirinya sewaktu memahami materi sulit.

"Mengajar sesuatu, memaksa Anda untuk memahaminya pada tingkat yang sama sekali berbeda—jadi pada akhirnya saya belajar sama banyaknya dengan siswa, bahkan mungkin lebih banyak," tutur Thomas.

Lahir pada 9 September 2004, Thomas kini yang memasuki usia 22 tahun sedang menempuh pendidikan doktor hukum (Juris Doctor) di Fakultas Hukum Universitas Miami. Ia menargetkan kelulusan dari program hukum tersebut pada 2028 mendatang.

Rencana kariernya ke depan adalah memadukan keahlian teknik elektro yang dimilikinya dengan spesialisasi hukum. Ia berencana aktif berpraktik di bidang hukum kekayaan intelektual yang berfokus pada sektor STEM.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang