Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak kesepakatan perdamaian Jalur Gaza yang diusulkan Amerika Serikat, meskipun mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump, menurut dilansir dari Detikcom.
Netanyahu menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap kebutuhan keamanan di Gaza dan menolak mundur dari posisi militer sampai Hamas sepenuhnya dilucuti senjata. Penolakan ini disampaikan setelah Netanyahu menerima draft kesepakatan dari tim Trump yang dinilai tidak sesuai dengan harapan Israel.
Dalam video yang diunggah ke media sosial, Netanyahu mengatakan, "Kami sedang mengkajinya. Mereka mengirimkan draf kepada kami–kami tidak menyetujuinya, itu bukan draf dari kami. Kami telah mengirimkan tanggapan kami."
Ia juga menyatakan bahwa militer Israel telah diperintahkan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi tentara, warga sipil, dan wilayah Israel dari ancaman keamanan di masa depan.
Tekanan politik terhadap Netanyahu meningkat dari kubu sayap kanan dalam koalisi pemerintahannya. Dua menteri sayap kanan ekstrem meminta pemungutan suara ulang terkait kesepakatan Gaza, dengan alasan kesepakatan itu tidak mencerminkan pembahasan sebelumnya.
Meski kabinet keamanan Israel sebelumnya menyetujui kesepakatan tersebut, proposal itu dianggap kontroversial karena mencakup roadmap gencatan senjata Gaza, pengaturan keamanan, administratif, transisi, dan jalur politik yang juga mengatur perlucutan senjata Hamas serta penarikan pasukan Israel secara bertahap.
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menyatakan bahwa Netanyahu kini diabaikan oleh Trump. Barak mengatakan, "Bahasa dalam kesepakatan itu sangat ambigu, namun arah umumnya jelas. Israel dan tuntutannya telah diabaikan."
Barak menambahkan bahwa kesepakatan tersebut tidak mensyaratkan perlucutan senjata total oleh Hamas atau pengasingan pemimpin Hamas. "Sebaliknya, kesepakatan itu berbicara mengenai penghentian pembunuhan dan kembali pada kendali 53% atas Jalur Gaza, bukan 65%." ia berkata.
Menurut Barak, hubungan Netanyahu dengan Trump mengalami keretakan yang dalam, dan lingkaran dalam Presiden AS telah kehilangan kepercayaan terhadap Netanyahu. "Kenyataan pahitnya adalah Trump tidak lagi memedulikan Netanyahu, dan semua ini sangat mengkhawatirkan," ujarnya.







