Rupiah Bergerak Variatif di Level Rp17.995 per Dolar AS pada Perdagangan 7 Juli 2026

7 Juli 2026, 09:57 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada pembukaan perdagangan Selasa (7/7/2026) pagi. Sejumlah basis data pasar keuangan menunjukkan dinamika pergerakan kurs yang fluktuatif setelah pada hari sebelumnya mata uang garuda ditutup melemah.

Berdasarkan data Media Indonesia pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah bergerak stagnan 0 poin atau 0,00 persen ke posisi Rp17.995 per dolar AS. Posisi ini sama persis dengan penutupan perdagangan pada Senin (6/7/2026) kemarin yang melemah sebesar 0,18 persen atau 32 poin dari hari sebelumnya.

Meskipun demikian, beberapa platform data keuangan lain mencatat adanya penguatan tipis pada awal transaksi. Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah dibuka menguat tipis 0,03 persen ke level Rp17.990 per dolar AS.

Laporan dari berbagai sumber pasar modal menunjukkan angka pembukaan yang cukup beragam. Data Bloomberg menyatakan rupiah berada di level Rp17.990 per dolar AS, atau naik 5 poin (0,03 persen) dari penutupan sebelumnya, sementara indeks dolar AS terpantau melemah 0,04 persen di level 101.815.

Pencatatan Berdasarkan Platform Global

Di sisi lain, Yahoo Finance mencatat pergerakan yang berbeda untuk awal perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp17.994 per dolar AS, nilai yang menunjukkan pelemahan jika dibandingkan dengan pembukaan hari sebelumnya yang sempat berada di level Rp17.955 per dolar AS.

Data Perdagangan Rakyat Merdeka

Sementara itu, data Rakyat Merdeka menunjukkan mata uang domestik ini menguat tipis 0,06 persen ke level Rp17.992 per dolar AS jika disandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya yang tercatat di level Rp17.996 per dolar AS.

Proyeksi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari Selasa ini diperkirakan masih akan mengalami konsolidasi. Menurut estimasi pasar, kisaran pergerakan rupiah hari ini berada di rentang Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Kurs Rupiah Rp17.000 Per Dollar AS, Apa Dampaknya Buat Kita? | tvOneNews

Kondisi Mata Uang Regional dan Global

Tekanan yang terjadi pada rupiah tidak lepas dari sentimen yang melanda kawasan Asia secara umum. Pada perdagangan Senin kemarin, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau kompak melemah terhadap dolar AS.

Berikut adalah rincian performa mata uang negara-negara Asia terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan awal pekan kemarin:

Tabel Pergerakan Mata Uang Asia Terhadap Dolar AS (6 Juli 2026)
Mata Uang Negara Persentase Pergerakan
Yen Jepang -0,56%
Baht Thailand -0,39%
Dolar Taiwan -0,29%
Rupee India -0,23%
Ringgit Malaysia -0,17%
Yuan China -0,16%
Won Korea -0,13%
Dolar Singapura -0,11%
Peso Filipina -0,11%
Dolar Hong Kong +0,01%

Berbeda dengan mayoritas mata uang regional, mata uang dolar Hong Kong menjadi salah satu yang berhasil menguat tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Senin tersebut.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Utama Lain

Di samping pergerakan terhadap dolar AS, rupiah juga mencatatkan performa yang bervariasi terhadap beberapa mata uang utama global lainnya pada perdagangan Selasa pagi ini.

Berikut adalah perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing selain dolar AS:

  • Poundsterling Inggris: Rupiah naik 0,08 persen ke level Rp24.092 per poundsterling.
  • Euro Uni Eropa: Rupiah bergerak stagnan di level Rp19.975 per euro.
  • Dolar Australia: Rupiah menguat 0,09 persen ke level Rp12.510 per dolar Australia.

Harga valuta asing dan nilai tukar rupiah dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar finansial global maupun domestik. Transaksi valas sebaiknya dilakukan dengan memantau informasi resmi terkini.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih mencermati perkembangan rilis data ekonomi global terkini serta langkah kebijakan moneter dari bank sentral yang akan memengaruhi arus modal ke pasar keuangan dalam negeri.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang