Rupiah Bergerak Melemah ke Level Rp18.015 per Dolar AS Pagi Ini

9 Juli 2026, 09:44 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah ke level Rp18.015 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi, 9 Juli 2026. Tekanan terhadap mata uang garuda ini dipicu oleh sentimen global yang membuat investor cenderung mengamankan aset dalam bentuk mata uang asing.

Pelemahan ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku pasar modal dalam negeri. Kondisi pergerakan kurs dollar hari ini yang terus fluktuatif secara langsung memberikan dampak dollar naik terhadap ihsg yang terpantau bergerak di zona merah.

Rupiah Bergerak ke Level Rp18.015 per Dolar AS – Zona Bisnis | METRO TV

Berdasarkan data historis pasar keuangan, performa mata uang rupiah menunjukkan dinamika yang cukup signifikan dalam jangka panjang. Jika dihitung secara harian, pergerakan nilai tukar menunjukkan angka stagnan atau berada di kisaran 0,00 persen.

Melihat tren pergerakan modal asing, performa historis menjadi acuan penting bagi para trader dalam menentukan posisi. Banyak pelaku pasar memanfaatkan platform analisis teknikal untuk mempraktikkan cara membaca grafik forex usd idr demi memproyeksikan pergerakan jangka pendek.

Data Kinerja Historis USD terhadap IDR

Tren penguatan dolar AS terhadap rupiah sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa periode terakhir. Dalam kurun waktu lima hari perdagangan, mata uang dolar AS tercatat menguat tipis sekitar 0,06 persen terhadap rupiah.

Meski demikian, dalam periode satu bulan ke belakang, nilai tukar rupiah sempat mencatatkan penguatan tipis sebesar minus 0,94 persen sebelum akhirnya kembali tertekan pada perdagangan pekan ini.

Tren Jangka Panjang Sejak Awal Tahun

Secara kumulatif, tekanan terhadap rupiah terlihat lebih nyata dalam grafik jangka menengah hingga jangka panjang. Sejak awal tahun atau secara year to date, nilai tukar dolar AS telah melonjak sebesar 7,69 persen terhadap mata uang domestik.

Sementara itu, jika ditarik dalam rentang waktu enam bulan terakhir, pelemahan mata uang rupiah tercatat berada di angka 7,17 persen akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga global.

Perbandingan Kinerja Nilai Tukar Periode Tahunan

Dalam skala investasi yang lebih luas, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini merefleksikan depresiasi mata uang yang terus berjalan dari tahun ke tahun. Fluktuasi ini menjadi perhatian serius Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter.

Berikut adalah rincian data performa historis kenaikan nilai tukar USD terhadap IDR berdasarkan rentang waktu tertentu:

Tabel Performa Kesejarahan Kenaikan USD terhadap IDR
Periode Waktu Persentase Kenaikan USD/IDR
1 Hari 0,00%
5 Hari 0,06%
1 Bulan -0,94%
6 Bulan 7,17%
Year to Date 7,69%
1 Tahun 10,89%
5 Tahun 23,76%
10 Tahun 37,40%
Sepanjang Waktu 858,72%

Data di atas memperlihatkan bahwa dalam jangka waktu satu tahun, harga dollar ke rupiah telah meningkat sebanyak 10,89 persen. Lonjakan ini semakin melebar jika melihat performa lima tahunan sebesar 23,76 persen dan sepuluh tahunan yang mencapai 37,40 persen.

Daftar Mata Uang Asing dalam Transaksi Bank Indonesia

Selain memantau pergerakan dolar Amerika Serikat, Bank Indonesia juga mencatat nilai tukar transaksi untuk berbagai mata uang asing lainnya yang beredar di pasar domestik. Seluruh mata uang ini dinilai dengan basis per 1 unit, kecuali untuk mata uang Jepang.

Berikut adalah daftar mata uang asing utama yang tercatat memiliki nilai tukar resmi terhadap Rupiah di Bank Indonesia:

  • Mata uang utama global: USD (Dolar AS), EUR (Euro), GBP (Poundsterling Inggris), CHF (Franc Swiss).
  • Mata uang kawasan Asia Pasifik: AUD (Dolar Australia), NZD (Dolar Selandia Baru), SGD (Dolar Singapura), HKD (Dolar Hong Kong).
  • Mata uang regional Asia: JPY (Yen Jepang – dinilai per 100 unit), CNY (Yuan China), CNH (Yuan Offshore), KRW (Won Korea Selatan).
  • Mata uang Timur Tengah: AED (Dirham Uni Emirat Arab), SAR (Riyal Arab Saudi), KWD (Dinar Kuwait).
  • Mata uang Asia Tenggara: MYR (Ringgit Malaysia), THB (Baht Thailand), PHP (Peso Filipina), VND (Dong Vietnam), BND (Dolar Brunei), LAK (Kip Laos).

Pelaku pasar terus mengawasi pergerakan nilai tukar ini seiring dengan munculnya pertanyaan warga seperti "kenapa nilai tukar rupiah turun semenjak 1998" di berbagai platform diskusi ekonomi. Faktor struktural ekonomi domestik dan dinamika geopolitik global dinilai menjadi penyebab utama dari depresiasi jangka panjang tersebut.

Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga serta kurs resmi dari pemerintah atau institusi berwenang.

Hingga penutupan sesi perdagangan hari ini, Bank Indonesia terus melakukan langkah-langkah intervensi di pasar valas guna menahan agar rupiah tidak melemah terlalu dalam. Pelaku usaha di sektor impor diharapkan mengantisipasi fluktuasi biaya logistik akibat kenaikan kurs asing ini.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang