Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak fluktuatif namun berhasil ditutup menguat ke level Rp17.905 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan, Jumat (26/6/2026). Penguatan tipis mata uang garuda ini terjadi di tengah koreksi yang dialami oleh indeks dolar AS (DXY) di pasar global.
Berdasarkan data pasar spot, mata uang rupiah mencatat penguatan sebesar 0,06 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Pergerakan harga dolar hari ini rupiah sempat mengalami tekanan besar pada awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik menguat menjelang sore hari.
Perdagangan rupiah pada hari Jumat dipenuhi dengan dinamika yang cukup tinggi sejak pasar dibuka. Pelaku pasar terus mencermati pergerakan nilai tukar yang sempat mendekati ambang psikologis baru.
Kronologi Pergerakan Harian Rupiah
Pada pembukaan pagi pukul 09.05 WIB, rupiah sebenarnya sempat melemah 44 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.987 per dolar AS. Tekanan berlanjut hingga pukul 09.11 WIB di mana mata uang domestik berada di level Rp17.990 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp17.983.
Rupiah bahkan sempat menyentuh level terlemah hariannya di posisi Rp17.985 per dolar AS. Namun, memasuki siang hari pukul 14.48 WIB, keadaan berbalik saat rupiah menguat hingga 0,27 persen atau 49 poin ke level Rp17.921 per dolar AS, sebelum akhirnya resmi ditutup di level Rp17.905 per dolar AS.
Perbandingan dengan Perdagangan Kamis
Performa ini melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan Kamis (25/6/2026). Pada hari tersebut, rupiah juga menguat tipis 0,05 persen atau 9 poin ke level Rp17.943 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level Rp17.942 per dolar AS.
Pergerakan Indeks Dolar Global dan Mata Uang Asing
Faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang domestik adalah posisi indeks dolar AS yang mulai melandai. Penurunan intensitas greenback memberikan ruang bernapas bagi mata uang kawasan Asia.
Indeks dolar AS yang melacak pergerakan terhadap enam mata uang utama melemah 0,10 persen ke posisi 101,51 pada Kamis malam. Langkah ini menghentikan reli penguatan tiga hari beruntun yang sempat membawa dolar ke level terkuatnya sejak Mei 2025.
Pada hari Jumat pukul 15.00 WIB, indeks DXY kembali terkoreksi sebesar 0,08 persen ke posisi 101,340. Penurunan ini ikut memengaruhi pergerakan mata uang global lainnya sebagai berikut:
- Mata uang Yen Jepang bergerak ke level 161,82 terhadap dolar AS setelah pulih dari titik terendah dua tahun di level 161,95 pada hari Kamis.
- Mata uang Euro Uni Eropa mengalami penurunan sebesar 0,1 persen menjadi US$1,1361 per dolar AS.
Data Referensi Kurs Jisdor Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) melalui kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) merekam pergerakan nilai tukar sepanjang pekan ini secara transparan. Data ini mencerminkan dinamika suplai dan permintaan valuta asing di dalam negeri.
Masyarakat yang sering mempertanyakan "kenapa rupiah melemah terhadap dolar" atau "apa penyebab dolar naik terus" dapat melihat volatilitas tinggi melalui rangkuman pergerakan mingguan berikut ini:
| Hari dan Tanggal | Nilai Tukar Kurs Jisdor (per Dolar AS) |
|---|---|
| Senin, 22 Juni 2026 | Rp17.819 |
| Rabu, 24 Juni 2026 | Rp17.955 |
| Kamis, 25 Juni 2026 | Rp17.942 |
| Jumat, 26 Juni 2026 | Rp17.962 |
Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Untuk prediksi nilai tukar rupiah pekan depan, pelaku pasar memperkirakan pergerakan masih akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan intervensi bank sentral. Berdasarkan catatan akhir, laporan dari pasar spot lainnya menunjukkan rupiah ditutup pada level Rp17.922 per dolar AS menurut beberapa referensi perdagangan sore.






