Pendaki kenamaan asal Nepal yang berkewarganegaraan Inggris, Nirmal Purja alias Nims Dai, tewas diterjang longsoran salju saat memimpin ekspedisi di Gunung Broad Peak, Pakistan, pada Kamis (30/7/2026) siang waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Insiden maut tersebut terjadi di gunung setinggi 8.051 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang terletak di Pegunungan Karakoram, saat Purja memimpin tim beranggotakan 10 orang. Perusahaan ekspedisi miliknya, Elite Exped, bersama Alpine Club of Pakistan mengonfirmasi kematian Purja dan menyatakan tidak ada anggota tim yang selamat dalam tragedi ini.
Tim penyelamat dilaporkan telah menemukan empat jenazah dari lokasi kejadian, termasuk pendaki asal Oman, Nadhira Al Harthy, serta pemandu gunung asal Nepal, Pur Bahadur Gurung atau Yukta.
Kabar duka ini memicu gelombang belasungkawa, salah satunya datang dari Pangeran William yang mengenang kontribusi besar mantan anggota pasukan khusus Inggris tersebut bagi dunia pendakian internasional.
"Saya sangat sedih mendengar kabar meninggalnya Nirmal Purja dan mereka yang kehilangan nyawa dalam longsoran salju di Broad Peak. Nims mengabdi dengan penuh dedikasi di Angkatan Bersenjata Inggris sebelum menjadi salah satu pendaki terbaik dunia yang mengangkat nama para pendaki Nepal," kata Pangeran William.
Pangeran William menambahkan bahwa keberanian dan dedikasi mendiang telah memberikan dampak mendalam bagi komunitas pendaki serta orang-orang di sekitarnya.
"Semangatnya mengejar hal-hal yang tampak mustahil, dipadukan dengan kerendahan hati dan kepeduliannya terhadap sesama, menjadikannya sosok yang benar-benar istimewa. Pikiran saya bersama keluarganya dan keluarga seluruh korban," kata Pangeran William.
Pihak Elite Exped turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya pendiri mereka beserta rekan-rekan pemandu gunung lainnya, termasuk Pur Bahadur Gurung dan Nima Sherpa.
"Hari ini kami tidak hanya berduka atas kepergian Nims, tetapi juga setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini. Doa dan belasungkawa kami sampaikan kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang terkasih mereka. Tidak ada kata-kata yang dapat menghapus rasa kehilangan yang begitu besar," kata Elite Exped.
Broad Peak dikenal sebagai gunung tertinggi ke-12 di dunia dengan tingkat risiko pendakian yang sangat tinggi akibat ancaman runtuhan es, cuaca ekstrem, dan longsoran salju. Sebelum insiden ini, Purja mencatatkan sejarah dengan mendaki 14 puncak di atas 8.000 meter dalam waktu enam bulan pada 2019, mengabdi selama 16 tahun di militer Inggris, serta meraih penghargaan Member of the Order of the British Empire (MBE) pada 2018.







