Duka mendalam menyelimuti dunia pendakian gunung setelah legenda alpinis asal Nepal, Nirmal Purja, meninggal dunia akibat tertimbun longsoran salju di pegunungan Karakoram, Pakistan. Peristiwa tragis tersebut dilaporkan terjadi di Gunung Broad Peak pada Kamis (30/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Musibah itu merenggut nyawa pendaki berusia 43 tahun tersebut beserta sembilan anggota tim ekspedisi lainnya. Saat kejadian, Purja tengah memimpin rombongan perjalanan ke pegunungan Karakoram melalui perusahaan ekspedisi yang didirikannya, Elite Expeditions.
Pria kelahiran 25 Juli 1983 di Desa Dana, Distrik Myagdi, Nepal ini memiliki latar belakang sebagai mantan anggota pasukan khusus Inggris. Lahir di kawasan dekat Gunung Dhaulagiri pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, anak bungsu dari empat bersaudara ini sempat menempuh pendidikan di sekolah asrama berbahasa Inggris.
Sewaktu masih aktif di militer Inggris, ia kerap mengidentifikasi dirinya sebagai prajurit Gurkha pertama yang berhasil menaklukkan puncak Gunung Everest. Atas pengabdian dan prestasinya, Kerajaan Inggris menganugerahkan penghargaan Member of the Order of the British Empire (MBE) dari Ratu Elizabeth II kepada Purja pada 2018.
Nama Purja mendunia setelah sukses mengukir rekor menakjubkan dengan memanjat 14 puncak tertinggi di dunia di atas 8.000 mdpl hanya dalam tempo 6 bulan 6 hari. Perjalanan luar biasa ini kemudian diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing is Impossible yang rilis pada 2021.
Juru bicara Klub Alpine Pakistan, Naila Kiani, yang pernah mendaki bersama mendiang, memberikan penghormatan khusus kepada alpinis tersebut.
"Dia mewujudkan hal yang mustahil," ujar Naila Kiani kepada BBC.
Semasa hidupnya, Purja mendedikasikan pencapaiannya untuk mengangkat harkat para pendaki lokal Nepal. Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara khusus pada tahun 2019.
"Meskipun mereka adalah pendaki top, mereka tidak mendapatkan pengakuan yang layak. Semoga, saya pikir saya dapat mengangkat nama mereka," kata Purja kepada CNN.
Selain pencapaian tercepat menaklukkan 14 puncak tertinggi dunia, mendiang mencatatkan berbagai rekor pendakian mengagumkan sepanjang kariernya:
1. Mendaki 6 gunung berketinggian di atas 8.000 meter pada musim semi.
2. Menaklukkan 5 gunung berketinggian di atas 8.000 meter pada musim panas.
3. Mencapai puncak tercepat di tiga gunung tertinggi di dunia, yakni Everest, K2, dan Kangchenjunga.
4. Memegang rekor puncak tercepat di lima gunung tertinggi dunia yang meliputi Everest, K2, Kangchenjunga, Lhotse, dan Makalu.
5. Menjelajahi gunung 8.000 meter terendah secara tercepat di Gasherbrum 1, Gasherbrum 2, dan Broad Peak.
6. Menerjang puncak Everest, Lhotse, dan Makalu secara berturut-turut hanya dalam waktu 48 jam, yang memecahkan rekor lamanya selama 5 hari.







