OpenAI Tunda Sebagian Pengembangan Model AI Astra Karena Risiko Keamanan Siber

8 Agustus 2026, 08:17 WIB

OpenAI menunda sebagian pengembangan model kecerdasan buatan terbarunya, Astra, setelah pengujian menunjukkan kemampuan keamanan siber model tersebut berkembang sangat pesat, menurut laporan Reuters pada 8 Agustus 2026. Hasil evaluasi terbaru menunjukkan Astra mungkin telah mencapai level "Critical" dalam kemampuan cybersecurity berdasarkan Preparedness Framework OpenAI. Level Critical ini menggambarkan AI yang mampu menemukan dan mengeksploitasi kerentanan software serius, seperti zero-day, serta menjalankan serangan kompleks dengan campur tangan manusia minimal.

Meski begitu, OpenAI menegaskan bahwa Astra belum terbukti memiliki seluruh kemampuan tersebut, tetapi kemungkinan ini tidak bisa dikesampingkan.

Karena potensi risiko keamanan, OpenAI menghentikan sementara sejumlah aktivitas pengembangan internal Astra dan mulai menerapkan protokol keamanan yang lebih ketat. Pengembangan Astra tidak dihentikan sepenuhnya, melainkan dilanjutkan dengan kontrol keamanan yang diperketat untuk mencegah penyalahgunaan model tersebut.

Pengembangan ini dilakukan di tengah pesatnya kemampuan AI agent yang mampu menjalankan tindakan mandiri untuk menyelesaikan tugas, berbeda dari chatbot biasa yang hanya menjawab pertanyaan. Kemampuan tersebut berguna dalam keamanan siber untuk menemukan dan memperbaiki celah, namun juga berpotensi disalahgunakan untuk mencari kerentanan dan melakukan serangan.

Sebelumnya, OpenAI juga meningkatkan kemampuan cybersecurity pada model GPT-5.6 yang sempat mendapat perhatian pemerintah Amerika Serikat sebelum dirilis pada Juli 2026. Astra disebut memiliki kemampuan yang lebih maju dibandingkan pendahulunya, namun OpenAI belum mengumumkan jadwal peluncuran atau ketersediaan model tersebut bagi pengguna. Keputusan memperlambat pengembangan Astra bukan karena model tersebut telah melakukan serangan nyata, melainkan langkah pencegahan menyusul hasil pengujian yang menunjukkan kebutuhan pengamanan lebih ketat.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang