Panduan Shalat Tarawih Sendiri di Rumah Lengkap 8 dan 20 Rakaat

20 Juni 2026, 15:59 WIB

Melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah menjadi pilihan utama bagi banyak umat Muslim ketika kondisi tidak memungkinkan untuk pergi ke masjid. Panduan praktis ini akan mengulas secara mendalam mengenai tata cara tarawih di rumah agar ibadah Anda tetap sah dan bernilai pahala besar.

Banyak di antara kita yang masih bertanya-tanya mengenai keabsahan ibadah ini jika dilakukan tanpa jamaah. Pertanyaan seperti "apakah boleh hukum tarawih sendirian di rumah?" sering kali muncul di benak masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Melalui artikel ini, Anda akan dipandu langkah demi langkah secara teknis, mulai dari pelafalan niat, penentuan jumlah rakaat, hingga doa setelah shalat. Semua pembahasan didasarkan pada rujukan kitab fiqih mu'tabar yang diakui oleh para ulama.

Memahami dasar hukum ibadah ini sangat penting agar kita dapat melaksanakannya dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. Penjelasan dari para ulama terkemuka memberikan landasan yang sangat kuat mengenai praktik ibadah malam ini.

Landasan Fiqih dari Kitab Muatabar

Dalam kasus yang sering saya temui, banyak orang merasa ragu dan mengira tarawih hanya boleh dilakukan di masjid secara berjamaah. Padahal, hukum dasar ibadah malam di bulan Ramadan ini memberikan kelonggaran yang sangat luas bagi umat Islam.

Syekh Wahbah Az-Zuhaili, seorang ulama besar dan penulis kitab ternama, memberikan penjelasan eksplisit mengenai kedudukan hukum ibadah ini. Beliau memaparkan pandangan hukum tersebut secara detail dalam karya monumentalnya yang menjadi rujukan dunia.

Hukum shalat Tarawih adalah sunnah muakkad, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Hal ini berlandaskan karena Nabi saw dan para Khulafaur Rasyidin sering melakukan shalat tersebut.

Penjelasan tersebut dapat kita temukan secara rinci dalam Kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz II halaman 34 yang diterbitkan di Beirut oleh Darul Kutub Al-’Ilmiyah pada tahun 1997. Melalui rujukan otentik ini, legalitas shalat tarawih sudah tidak perlu diragukan lagi.

Lebih lanjut, Syekh Wahbah Az-Zuhaili juga menambahkan pandangan mengenai pelaksanaan secara mandiri atau munfarid di rumah. Beliau menjelaskan dinamika hukumnya dalam kelanjutan pembahasan kitab tersebut.

Menurut pendapat Al-Ashah, melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah hukumnya adalah sunah kifayah. Artinya, jika semua jamaah masjid meninggalkan jamaah Tarawih, maka semuanya mendapatkan dosa … Shalat Tarawih juga boleh dilakukan secara sendirian (munfarid), namun meski demikian lebih afdhal jika dilakukan secara berjamaah.

Dari pengalaman saya mengamati praktik ibadah masyarakat, pemahaman hukum ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki udzur syar'i. Bekerja shift malam, menjaga orang sakit, atau kondisi fisik yang lelah bukan lagi penghalang untuk meraih pahala Ramadan.

Pahala dan Motivasi Shalat Malam

Meskipun berjamaah di masjid lebih utama, shalat sendiri di rumah tetap menjanjikan ganjaran yang sangat besar dari Allah SWT. Rasulullah ﷺ memberikan motivasi besar mengenai ibadah malam ini melalui hadits riwayat Bukhari & Muslim.

Barang siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Namun, bagi Anda yang memiliki kesempatan, melaksanakannya bersama imam di masjid tentu memiliki keutamaan tersendiri yang sangat istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi mengenai keutamaan shalat berjamaah.

Sesungguhnya siapa yang berdiri (shalat malam) bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.

Konteks waktu saat ini menunjukkan bahwa fleksibilitas ibadah rumah memberikan ketenangan tersendiri bagi yang ingin memperpanjang bacaan surat. Rekomendasi mengenai ibadah mandiri ini bahkan pernah dilansir oleh RRI pada Rabu, 22 April 2020 sebagai panduan resmi umat Islam.

Pilihan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Sebelum memulai shalat, Anda harus menentukan jumlah rakaat yang akan dikerjakan malam itu. Ada beberapa pilihan yang sah dan dipraktikkan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia sejak zaman sahabat.

Format Rakaat Berdasarkan Sunnah

Kesalahan umum yang saya lihat adalah kebingungan dalam menentukan jumlah rakaat serta batasan minimal pengerjaannya secara mandiri. Shalat tarawih dapat dilakukan dengan pilihan 8 rakaat atau 20 rakaat sesuai dengan kemantapan hati Anda.

Jika Anda memilih cara sholat tarawih 8 rakaat sendiri, maka total pengerjaannya adalah 4 kali salam dengan masing-masing 2 rakaat. Pilihan ini sangat cocok bagi Anda yang ingin fokus pada bacaan ayat yang panjang dan tadabur yang mendalam.

Pilihan kedua adalah melaksanakan 20 rakaat dengan total 10 kali salam yang masing-masing dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Selain itu, terdapat opsi total 11 rakaat yang terdiri dari 8 rakaat tarawih dan dilanjutkan dengan 3 rakaat witir.

Untuk memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai pilihan format rakaat ini, Anda bisa mencermati data pada tabel di bawah ini.

Panduan Pilihan Format Rakaat Shalat Tarawih Mandiri
Pilihan Format Jumlah Rakaat Tarawih Jumlah Salam Tarawih Jumlah Rakaat Witir
Format Ringkas 8 rakaat 4 kali salam 3 rakaat
Format Sempurna 20 rakaat 10 kali salam 3 rakaat
Format Alternatif 8 rakaat 4 kali salam 1 rakaat

Setiap pilihan format di atas memiliki landasan yang kuat dalam tradisi fiqih Islam. Anda dibebaskan memilih sesuai dengan kemampuan fisik dan ketersediaan waktu yang dimiliki pada malam tersebut.

Peringatan Kritis Mengenai Format Salam

Ada satu hal yang wajib diperhatikan secara serius demi keabsahan shalat tarawih yang Anda kerjakan di rumah. Banyak orang keliru menyamakan shalat tarawih dengan shalat isya atau shalat sunnah lainnya dalam hal jumlah rakaat per satu kali salam.

Syekh M Nawawi Banten, seorang ulama besar madzhab Syafi'i, memberikan penegasan keras mengenai tata cara pemisahan rakaat ini. Beliau menuliskan aturan ketat tersebut dalam Kitab Nihayatuz Zain halaman 112.

Shalat Tarawih tidak sah dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, tetapi ia harus ada salam setiap dua rakaat karena hadits menyatakan demikian.

Kitab Nihayatuz Zain yang diterbitkan di Beirut oleh Darul Kutub Al-Ilmiyyah pada tahun 2002 M/1422 H ini menjadi acuan utama para santri. Aturan ini menegaskan bahwa setiap dua rakaat wajib diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.

Bukan hanya satu kitab, terdapat konsensus besar di kalangan para ulama mengenai ketidakabsahan format empat rakaat sekaligus. Lebih dari 80 kitab Mu'tabar dari berbagai cabang ilmu menyatakan bahwa shalat tarawih yang dikerjakan dengan 4 rakaat 1 salam hukumnya tidak sah.

Tata Cara Langkah Demi Langkah Tarawih di Rumah

Mari kita bahas aspek teknis pelaksanaannya agar Anda bisa mempraktikkannya langsung malam ini tanpa ragu. Urutan berikut dirancang secara kronologis agar mudah diikuti oleh siapa saja.

Berikut adalah persiapan dan langkah-langkah berurutan yang harus Anda lakukan saat mendirikan shalat secara mandiri:

  1. Bersuci dengan berwudhu secara sempurna untuk menghilangkan hadats kecil sebelum memulai ibadah.
  2. Berdiri tegak menghadap kiblat di tempat shalat yang bersih dan suci di dalam rumah Anda.
  3. Melafalkan niat sholat tarawih sendiri di dalam hati bersamaan dengan gerakan takbiratul ihram.
  4. Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah secara tartil dan jelas.
  5. Membaca salah satu surat pendek atau ayat Al-Qur'an yang Anda hafal dengan baik setelah Al-Fatihah.
  6. Melakukan ruku', i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua dengan thuma'ninah.
  7. Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
  8. Duduk tasyahud akhir pada rakaat kedua, kemudian membaca shalawat dan diakhiri dengan mengucapkan salam.
  9. Berdiri lagi untuk memulai dua rakaat berikutnya, ulangi proses ini hingga jumlah rakaat yang ditentukan selesai.

Dari pengalaman saya menangani bimbingan ibadah, kunci utama kekhusyukan tarawih di rumah adalah thuma'ninah atau tidak tergesa-gesa. Berbeda dengan di masjid yang kadang mengejar durasi, di rumah Anda memegang kendali penuh atas ritme shalat Anda.

Lafal Niat Shalat Tarawih Sendiri

Niat merupakan rukun pembuka yang menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah dalam syariat Islam. Niat dilakukan di dalam hati pada saat mengucapkan takbir pertama shalat.

Bagi Anda yang terbiasa melafalkan niat secara lisan sebelum takbir untuk memantapkan hati, berikut adalah lafal niat yang benar:

"Ushalli sunnatat-tarawīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā."

Arti dari pelafalan niat tersebut adalah: "Aku niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala." Pastikan Anda menghadirkan makna niat ini di dalam hati ketika melakukan takbiratul ihram.

Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah oleh NU Online | Doa Dua Menit

Pertanyaan teknis yang sering diajukan adalah "bacaan sholat tarawih dirumah berapa rakaat yang harus diniatkan?". Jawabannya adalah Anda tetap berniat untuk dua rakaat pada setiap kali memulai shalat, bukan meniatkan total rakaat keseluruhan secara langsung.

Panduan Mengakhiri Ibadah dengan Shalat Witir

Rangkaian ibadah malam Ramadan belum lengkap jika tidak ditutup dengan shalat witir sebagai pengganjal jumlah rakaat shalat malam. Shalat witir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.

Shalat witir umumnya dikerjakan sebanyak 3 rakaat sebagai penutup ibadah tarawih Anda. Dalam pelaksanaannya secara teknis, Anda memiliki dua opsi metode yang sama-sama sah menurut syariat.

Opsi pertama adalah melakukan shalat langsung 3 rakaat dengan sekali salam tanpa ada tasyahud awal di rakaat kedua. Pilihan ini cukup praktis dan banyak diterapkan oleh sebagian umat Muslim.

Opsi kedua adalah membagi shalat witir menjadi dua bagian, yaitu dikerjakan 2 rakaat lalu salam, kemudian dilanjutkan lagi 1 rakaat lalu salam. Metode kedua ini sangat dianjurkan dalam madzhab Syafi'i karena memisahkan dua ibadah secara jelas.

Berikut adalah teks niat untuk shalat witir jika Anda memilih metode pemisahan rakaat:

  • Niat untuk shalat witir 2 rakaat: "Ushalli sunnatal witri rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala."
  • Niat untuk shalat witir 1 rakaat: "Ushalli sunnatal witri rak'atan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala."

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian shalat witir, disunnahkan untuk membaca doa kamilin setelah tarawih dan witir sebagai bentuk permohonan kesempurnaan iman. Doa ini berisi permohonan agar kita diberikan hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, dan diampuni segala dosa yang telah lalu.

Melaksanakan seluruh rangkaian ibadah ini secara mandiri di rumah memberikan ruang personal yang luar biasa untuk berefleksi. Manfaatkan ketenangan suasana rumah Anda untuk bermunajat secara mendalam dan menikmati setiap detik kebersamaan dengan Sang Pencipta di malam-malam penuh berkah.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang