Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait mengumumkan kenaikan hadiah untuk peringkat kedua, ketiga, dan keempat turnamen pramusim menjelang laga pamungkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Sesuai penyesuaian terbaru tersebut, tim yang menempati posisi runner-up berhak membawa pulang uang tunai sebesar Rp 3,5 miliar. Sementara itu, tim peringkat ketiga mengantongi Rp 2,5 miliar dan peringkat keempat memperoleh Rp 1,5 miliar.
"Hadiah juara 2 kita naikkan Rp 500 juta, juara tiga tambah Rp 500 juta. Begitu pula juara empat tambah Rp 500 juta," ujar Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026.
Keputusan penambahan nominal hadiah ini melengkapi kebijakan sebelumnya yang telah meningkatkan hadiah bagi sang juara dari Rp 6 miliar menjadi Rp 8 miliar. Maruarar menjelaskan bahwa lonjakan dana tunai bagi para pemenang dimungkinkan berkat tingginya dukungan finansial pihak sponsor yang menembus angka Rp 100 miliar.
Partai puncak turnamen mempertemukan Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya, sedangkan perebutan tempat ketiga menyajikan duel Arema FC melawan Persija Jakarta. Persib melenggang ke final usai mengandaskan Persija 2-1 di semifinal, sementara Persebaya mengamankan tiket usai menang tipis 1-0 atas Arema FC.
Pengorganisasian turnamen pramusim ini diklaim mengedepankan prinsip profesionalisme serta transparansi keuangan melalui audit independen oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) tanpa menyentuh anggaran APBN maupun BUMN. Selain itu, ajang ini melibatkan kurasi tenant UMKM untuk berjualan secara gratis di area stadion guna membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dan pengelolaan sampah lingkungan.
"Tidak ada yang sempurna selain Tuhan. Namun, kami percaya telah berusaha memberikan yang terbaik yang kami bisa. Semua kami dedikasikan untuk Republik Indonesia, rakyat, dan dunia sepak bola Indonesia," ujar Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026.
Di samping pemberdayaan ekonomi rakyat, evaluasi penyelenggaraan turnamen juga mengukur performa tayangan pertandingan berbasis data analitik profesional.
"Kami berharap ada UMKM yang naik kelas melalui turnamen ini. Kami juga memperhatikan pengelolaan sampah dengan bekerja sama bersama komunitas dan masyarakat," katanya.
Seluruh indikator keterlibatan penonton dan rating siaran pertandingan dipantau langsung mengacu pada data Nielsen untuk menjaga akuntabilitas turnamen.






