Panitia Pelaksana dan Steering Committee Piala Presiden 2026 membantah rumor penghapusan babak semifinal dan menegaskan format kompetisi tetap berjalan sesuai rencana awal, seperti dilansir dari Bola pada Minggu (2/8/2026).
Anggota Steering Committee Arya Sinullinnga menyatakan bahwa beredar surat palsu terkait peniadaan babak semifinal dan penunjukan lokasi pertandingan yang keliru di masyarakat.
"Ada aja yg buat hoax….santai aja…pasti ada semifinal dan final….lokasi ? Bukannya harusnya juara group yang sudah jadi tuan rumah yang jadi tuan rumah ? Semua Klub sudah diberitahu bahkan UMKM pun tau kalau kepastian tempat tuan rumah hanya sampai penyisihan grup.
Semifinal dan Final akan diputuskan setelah penyisihan grup. Jadi tunggu tanggal mainnya….Seruuuuu hehehe,:" tulis Arya Sinulungga, Anggota Steering Committee Piala Presiden 2026.
Ketua Panitia Pelaksana Tsamara Amany turut memberikan konfirmasi bahwa tidak ada perubahan skema turnamen. Pihaknya membantah spekulasi yang menyebut kompetisi akan langsung melompat ke partai final tanpa melewati babak semifinal maupun perebutan tempat ketiga.
Kepastian mengenai lokasi penyelenggaraan babak semifinal akan diumumkan resmi melalui jumpa pers di Surabaya pada Minggu sore setelah seluruh laga penyisihan grup selesai dilaksanakan.
Selain kepastian format kompetisi, panitia mencatat dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha kecil. Perputaran uang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area stadion mencapai Rp1,3 miliar hingga 1 Agustus 2026.
Tingginya transaksi ekonomi tersebut didorong oleh besarnya jumlah penonton yang hadir, yakni rata-rata 23.000 orang di Stadion Si Jalak Harupat Bandung dan 30.000 penonton di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.







