Paolo Maldini dan penasihatnya, Leonardo, mengundurkan diri dari jabatan direktur teknik dan penasihat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada 27 Juli 2026 setelah usulan mereka terkait pelatih Timnas Italia ditolak. Masa jabatan Maldini di FIGC hanya berlangsung sekitar dua pekan. Mereka menolak penunjukan Roberto Mancini dan Antonio Conte sebagai pelatih Timnas Italia, serta gagal merekrut Thiago Motta. Menurut sumber, Maldini dan Leonardo mengusulkan Thiago Motta sebagai pelatih, namun Presiden FIGC Giovanni Malago menolak usulan tersebut dan akhirnya memilih Roberto Mancini pada 28 Juli 2026.
Dalam pertemuan terakhir, Malago mencoba meyakinkan Maldini dan Leonardo untuk mempertimbangkan Mancini dan Conte, tetapi keduanya menilai penunjukan Mancini akan mengulang masalah seperti saat Andrea Pirlo.
"Mancini meninggalkan Timnas Italia pada 2023 di tengah kualifikasi Euro 2024 dan kemudian menerima jabatan di Timnas Arab Saudi," kata sumber dilansir dari Bola. Maldini dan Leonardo juga keberatan dengan kebiasaan Conte yang sering berpindah klub setiap dua tahun, yang dianggap berisiko menjelang Piala Dunia 2030 yang masih empat tahun lagi.
Keputusan Malago menunjuk Mancini tanpa mempertimbangkan usulan mereka serta reaksi politik negatif terkait status Pirlo sebagai duta merek perusahaan tertentu dianggap mengurangi otonomi Maldini dan Leonardo dalam pengambilan keputusan. "Kami memandang keputusan itu sebagai upaya pengurangan otonomi kami," ujar Maldini dan Leonardo sebelum mengundurkan diri, seperti dilaporkan Bola.
Saat ini, tugas Maldini sementara dipegang oleh Kepala Pemandu Bakat Geoffrey Moncada dan CEO Giorgio Furlani.







