Patrick Kluivert Fokus Benahi Keseimbangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia

21 Juni 2026, 22:01 WIB

Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan besar dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran IV Zona Asia pada Oktober 2025 mendatang. Skuad Garuda yang tergabung di Grup B dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Arab Saudi di Jeddah pada 8 Oktober 2025, kemudian bersua Irak pada 11 Oktober 2025.

Langkah Tim Garuda tergolong berat karena hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026. Apalagi, peringkat FIFA Arab Saudi dan Irak berada jauh di atas Indonesia. Namun, seperti dilansir dari Papanskor, perhatian publik kini terpecah antara kesiapan teknis dan dinamika di luar lapangan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa situasi yang dihadapi Indonesia di putaran keempat ini cukup rumit. Perubahan status tuan rumah yang beralih ke Arab Saudi, jadwal pertandingan yang kurang menguntungkan, hingga penunjukan wasit asal Kuwait dinilai menjadi bagian dari tekanan nonteknis.

Erick Thohir menjelaskan bahwa PSSI telah melayangkan protes resmi kepada FIFA dan AFC terkait penunjukan perangkat pertandingan dari regional yang sama dengan tim lawan.

"Sekjen (Yunus Nusi) sudah mengirim surat resmi ke FIFA. dan saya juga ke AFC mengenai penunjukkan wasit yang ternyata dari regional yang sama, dari Kuwait," ujar Erick dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 16 September 2025.

"Kami coba melobi wasitnya untuk lebih netral dari Jepang, China, Australia. Memang tekanan itu menarik,” imbuhnya.

Guna meminimalkan dampak nonteknis, PSSI menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Upaya tersebut meliputi pengelolaan hotel secara mandiri, pengiriman tim advance, hingga penanganan keterlambatan pemain dari klub-klub Eropa yang tiba mepet dengan hari pertandingan. Erick Thohir menyadari ada hal-hal yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya.

“Ini realita yang harus kita hadapi,” tegasnya.

Pendekatan Internal ala Patrick Kluivert

Di sisi lain, Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memilih mengalihkan fokus dari tekanan eksternal ke pembenahan internal tim. Melalui siniar The Haye Way yang disiarkan pada Sabtu 20 September 2025, juru taktik asal Belanda itu menekankan pentingnya penguatan kualitas dari dalam.

"Pertandingan di September benar-benar penting, saya melihat para pemain sangat mempersiapkan diri dalam 2 laga persahabatan di Surabaya untuk bisa terpilih ke periode berikutnya di Oktober,” kata Kluivert.

Mantan penyerang Barcelona tersebut tidak menampik adanya jarak kualitas dalam peringkat FIFA antara Indonesia dengan dua calon lawannya. Meski demikian, tim kepelatihan tidak menganggap hal itu sebagai hambatan utama.

“Kita perlu memiliki mindset yang benar, kita tidak boleh melupakan rencana apa yang sudah kita lakukan di pertandingan kualifikasi Round 3,” ucapnya.

Menyusun Puzzle Keseimbangan Skuad Garuda

Kluivert menyatakan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah meramu komposisi pemain yang pas demi menjaga stabilitas permainan. Kepercayaan diri pemain dan kendali permainan di lapangan menjadi modal utama Jay Idzes dan kawan-kawan.

“Bagi saya sendiri, tentang keseimbangan tim menjadi hal yang sangat penting untuk memilih (komposisi pemain) yang tepat menuju pertandingan di Oktober 2025,” ujar Kluivert dalam kesempatan yang sama.

Kombinasi antara taktik, mentalitas, dan eksekusi strategi di lapangan dianggap sebagai potongan-potongan penting yang harus disatukan.

“Kita harus lebih baik saat memegang kendali pertandingan, kita memiliki pemain yang percaya diri," sebut Kluivert.

Bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut, keselarasan seluruh elemen tim akan menjadi kunci dalam menghadapi beratnya persaingan di putaran keempat.

“Semua hal-hal itu harus jatuh menjadi sebuah puzzle yang saling melengkapi, dan saya pikir itu yang menjadi hal utama dan important untuk menghadapi Round 4,” tukasnya.

Dukungan Diaspora di Jazirah Arab

Potongan puzzle lain yang krusial bagi perjuangan Skuad Garuda datang dari sektor pendukung. Ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di wilayah Timur Tengah dilaporkan siap memberikan dukungan langsung di stadion.

Kehadiran kelompok suporter seperti Garuda Saudi dan Garuda Timur Tengah diharapkan mampu menghidupkan atmosfer layaknya bermain di kandang sendiri. Dorongan serupa juga datang dari kelompok suporter Garuda Buana yang berbasis di Eropa serta Australia, yang siap mengawal perjuangan tim nasional di lapangan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang