PB Muaythai Indonesia Tingkatkan Kompetensi Wasit dan Pelatih Jelang IMC 2026 di Bekasi

6 Agustus 2026, 07:47 WIB

Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) menggelar penataran dan sertifikasi wasit, juri, serta pelatih pada 2–4 Agustus 2026 di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi sebagai persiapan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang berlangsung di GOR Abdu Rosyad, Bekasi, pada 5–10 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi perangkat pertandingan dan memastikan standar nasional diterapkan untuk mendukung kompetisi yang profesional, adil, dan berkualitas, dilansir dari Bola.

Wakil Ketua Umum PBMI Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, menegaskan prestasi nasional bergantung pada kualitas pelatih dan perangkat pertandingan yang membina atlet sejak tingkat daerah.

"Selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju kepada atlet, padahal kualitas prestasi lahir dari sebuah ekosistem," ujar Evi.

"Dalamnya ada pelatih yang memahami perkembangan teknik dan metodologi latihan, ada wasit dan juri yang memiliki integritas serta pemahaman aturan yang sama. Kalau salah satu mata rantai itu lemah, maka kualitas pembinaan dan kompetisi juga akan ikut terpengaruh," lanjutnya.

Evi menyatakan penataran dan sertifikasi bukan hanya administratif lisensi, melainkan proses penyamaan persepsi dan pembaruan pengetahuan terhadap regulasi pertandingan yang dinamis.

"Muaythai merupakan cabang olahraga yang memiliki dinamika regulasi dan standar pertandingan yang terus diperbarui. Karena itu, seluruh wasit, juri, dan pelatih harus memiliki pemahaman yang seragam terhadap aturan, sistem penilaian, keselamatan atlet, hingga etika profesi," kata Evi.

Standarisasi sumber daya manusia ini berdampak langsung pada kualitas pembinaan atlet, dengan pelatih yang mampu menyusun program latihan terukur dan perangkat pertandingan yang objektif.

"Prestasi tidak lahir secara kebetulan. Prestasi dibangun melalui sistem yang baik. Ketika pelatih mampu meningkatkan kemampuan atlet secara ilmiah, kemudian atlet bertanding dengan perangkat yang profesional dan objektif, maka proses identifikasi bakat hingga pembinaan atlet nasional akan berjalan lebih efektif," jelas Evi.

Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan peningkatan kapasitas SDM menjadi prioritas dalam membangun prestasi Muaythai Indonesia.

"Kami ingin pembinaan Muaythai dilakukan secara menyeluruh. Atlet yang hebat harus didukung oleh pelatih yang kompeten, wasit dan juri yang profesional, serta sistem pertandingan yang berkualitas," ujar LaNyalla.

"Melalui penataran dan sertifikasi ini, kami ingin memastikan seluruh perangkat memiliki standar yang sama sehingga pembinaan atlet nasional semakin kuat dan mampu menghasilkan prestasi di level internasional," lanjutnya.

PBMI optimistis kegiatan ini menjadi fondasi suksesnya IMC 2026 yang diperkirakan diikuti 500 atlet dari seluruh Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan Muaythai nasional menuju prestasi dunia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang