PBSI Genap Berusia 75 Tahun, Ini Sejarah dan Tokoh Pendiri Induk Bulutangkis Indonesia

4 Agustus 2026, 17:31 WIB

Induk organisasi bulutangkis Indonesia dinamakan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau disingkat PBSI. Lembaga olahraga nasional ini resmi didirikan pada 5 Mei 1951 di Bandung, Jawa Barat, untuk mengayomi serta mengordinasikan seluruh kegiatan cabang olahraga bulutangkis di tanah air.

Pembentukan PBSI menjadi tonggak sejarah penting dalam tata kelola olahraga nasional. Sebelum lembaga ini berdiri, kegiatan bulutangkis di Indonesia masih terpecah dalam berbagai perkumpulan lokal di daerah-daerah tanpa satu wadah koordinasi tingkat nasional yang padu.

Sejarah bulu tangkis dunia dan induk organisasinya | Badminton Expert

Melalui musyawarah nasional yang digelar di Bandung pada Mei 1951 tersebut, para tokoh dan penggiat bulutangkis sepakat membentuk satu wadah tunggal. Hasil kongres pembentukan menetapkan susunan kepengurusan pertama PBSI untuk memimpin jalannya organisasi.

Dalam struktur kepengurusan awal PBSI hasil musyawarah tahun 1951, A. Rochdi Partaatmadja terpilih sebagai Ketua Umum pertama. Ia didampingi oleh Dick Sudirman atau Soedirman yang menjabat sebagai Ketua I, serta Tri Tjondrokoesoemo sebagai Ketua II.

Susunan Pengurus Inti PBSI Tahun 1951

Selain posisi ketua, susunan Sekretaris I dipercayakan kepada Amir dan Sekretaris II dijabat oleh E. Soemantri. Sementara itu, posisi Bendahara I diisi oleh Rachim dan Bendahara II oleh Liem Soei Liong.

Kehadiran Dick Sudirman dalam kepengurusan awal tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan bulutangkis nasional maupun internasional. Nama Sudirman di kemudian hari diabadikan sebagai nama kejuaraan beregu campuran dunia, Piala Sudirman.

Afiliasi Internasional dan Tugas Utama Organisasi

Setelah resmi mengonsolidasikan organisasi di dalam negeri, PBSI mulai mengepakkan sayapnya ke tingkat global. Indonesia secara resmi diterima menjadi anggota International Badminton Federation pada tahun 1954.

Hubungan dengan BWF dan KOI

International Badminton Federation sendiri didirikan di London pada 5 Juli 1934 oleh 9 asosiasi anggota pendiri, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Badminton World Federation. Saat ini, BWF memayungi 197 negara anggota di seluruh dunia.

Di tingkat nasional dan internasional, PBSI berkedudukan sebagai anggota resmi dari BWF serta Komite Olimpiade Indonesia. PBSI bertanggung jawab penuh dalam pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi nasional, serta pengiriman kontingen bulutangkis Indonesia di ajang internasional.

Daftar Struktur Kepengurusan Pertama PBSI (5 Mei 1951)

Susunan Pengurus Awal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia
Jabatan Nama Pengurus
Ketua Umum A. Rochdi Partaatmadja
Ketua I Dick Sudirman (Soedirman)
Ketua II Tri Tjondrokoesoemo
Sekretaris I Amir
Sekretaris II E. Soemantri
Bendahara I Rachim
Bendahara II Liem Soei Liong

Pertanyaan warga seperti "apa saja tugas PBSI dalam mengembangkan bulutangkis?" merujuk pada peran vital organisasi ini dalam menyusun sistem kompetisi berjenjang, pelatihan pelatnas, hingga tata kelola regulasi bulutangkis nasional.

Hingga saat ini, PBSI terus menjalankan fungsinya sebagai satu-satunya induk organisasi resmi cabang olahraga bulutangkis di Indonesia di bawah naungan BWF dan KOI.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang