Ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin mendapat catatan khusus dari tim pelatih akibat penampilan yang kurang maksimal belakangan ini. Performa pasangan ini dinilai belum konsisten dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Seperti dilansir dari Detik Sport, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Antonius Budi Ariantho menilai anak asuhnya tersebut masih memerlukan banyak pelajaran serta evaluasi secara menyeluruh.
Padahal Raymond dan Joaquin sempat mencatatkan pencapaian cukup baik dengan menembus tiga babak final sebagai runner-up di ajang Indonesia Masters, Thailand Masters, dan Indonesia Open pada tahun ini.
Namun tren positif pasangan juara Australia Open 2025 tersebut gagal berlanjut saat berlaga di Japan Open dan China Open bulan lalu. Langkah mereka harus terhenti lebih awal di babak 32 besar dan 16 besar.
"Ya, Raymond/Joaquin kan kalau boleh dibilang masih muda ya untuk pengalamannya. Tapi ya enggak apa-apa, dari pertandingan kemarin mereka belajar dari pengalaman-pengalaman, kesalahan-kesalahannya," kata Anton di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Guna membenahi performa anak asuhnya, Anton mengaku telah menjalin komunikasi langsung. Tim pelatih menyoroti gaya bertanding Raymond dan Joaquin yang dianggap terlalu monoton saat berada di lapangan.
"Kami juga sudah komunikasi, akan diperbaiki dari kelemahan-kelemahan mereka. Lalu ke depan akan ada polanya yang harus dirubah lagi. Mereka kan mainnya kencang terus, nah harus ada perubahan," Anton mengungkapkan.
Evaluasi ini tidak hanya berfokus pada aspek strategi dan teknis permainan semata. Pelatih juga mencermati faktor non-teknis dari ganda putra peringkat 12 dunia tersebut.
"Iya, ya harus kami perbaiki lah," tegasnya.
Setelah melakoni serangkaian turnamen tersebut, Raymond dan Joaquin dijadwalkan kembali berjuang membela Indonesia pada Kejuaraan Dunia di New Delhi, India, yang berlangsung pada 17-23 Agustus mendatang.







