Penerbit Erlangga Luncurkan Buku Karya Enam Penulis Muda Kompetisi 2025

17 Juni 2026, 00:31 WIB

Enam buku karya penulis muda pemenang kompetisi menulis resmi diluncurkan di Jakarta pada Sabtu (13/6/2026). Peluncuran buku ini dibarengi dengan gelar wicara bertajuk "Young Creators for Creative Future" untuk membangun ekosistem kreatif bagi anak-anak agar menjadi pencipta karya.

Acara yang digelar di Books Kinokuniya, Grand Indonesia Mall tersebut dihadiri oleh para pemenang, perwakilan Penerbit Erlangga, Digimap, Kinokuniya, dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS). Seperti dilansir dari Bobo, kompetisi menulis ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2025 sebagai wadah generasi muda mengasah literasi dan menuangkan gagasan asli mereka.

Setelah melalui proses penilaian dan penyuntingan, terpilih enam karya yang kini diterbitkan secara nasional di bawah imprint Erlangga for Kids dan Esensi. Karya-karya tersebut meliputi tulisan Callie Megumi Wisan, Hunter Nathaniel Wijaya, Khalisa Khansa Aliya, Arvina Aulia Andin, Stella Kho, dan Salma Ufaira.

Chief Editor Penerbit Erlangga, Windrati Hapsari, mengutarakan rasa bangganya terhadap pencapaian para penulis muda yang sukses membukukan karya mereka.

“Lomba menulis buku adalah sebuah wadah inkubasi untuk menumbuhkan fondasi generasi kreatif sejak dini. Kami di Penerbit Erlangga merasa terhormat dapat mengawal aspirasi luar biasa ini hingga karya mereka bisa dinikmati secara luas oleh masyarakat,” ujar Windrati Hapsari.

Penerbitan karya ini diharapkan mampu memberikan stimulus positif bagi anak-anak serta sekolah lain di Indonesia untuk terus aktif melahirkan karya tulis baru.

"Dengan hadirnya lomba writing competition di 2025 yang kemudian dilanjutkan di tahun 2026 ini, harapannya dari teman-teman yang sudah terpilih dan enam karya yang sudah dibukukan dan diterbitkan, bisa menginspirasi teman-teman lainnya untuk bisa mengikuti writing competition yang kedua. Dan kemudian juga bisa menginspirasi teman-teman dan sekolah lainnya untuk ikut berkarya, sehingga melahirkan penulis baru dan juga pembaca baru tentunya," ungkap Windrati Hapsari.

Pihak teknologi pendukung yang diwakili Technical Solution Digimap, Ari Budiharto Soetjitro, menilai kehadiran teknologi masa kini memegang peran krusial dalam mempermudah anak-anak mengeksplorasi ide dan meriset materi untuk menjadi kreator.

Apresiasi terhadap kolaborasi ini juga datang dari Ketua Bidang Riset & Pelestarian Budaya Tradisi Nusantara DPP GEKRAFS, Nissa Rengganis, yang berharap kegiatan ini menjadi awal konsistensi para penulis muda.

"Saya ucapkan selamat dan semoga ini bukan menjadi karya terakhir, tapi justru ini semoga menjadi awal mula teman-teman untuk terus melanjutkan kekaryaan, berlatih kembali, rajin lagi hadir di berbagai lomba, dan kami tunggu 10 atau 20 tahun lagi nama-nama ini menjadi penulis besar mewakili Indonesiea menjadi representasi kebanggaan negara kita," ungkap Nissa Rengganis.

Lebih lanjut, ia memandang sebuah buku memiliki peran penting sebagai media komunikasi dan pengenalan bangsa di kancah internasional.

"Saya percaya dalam sebuah karya ada pesan moral, imajinasi, dan realitas yang tampil dalam karya teman-teman. Dan buku menjadi salah satu jembatan diplomasi, ujung tombak. Buku bisa menjadi bagian dari diplomasi budaya dan juga awal mula orang bisa melihat atau mengenal Indonesia, lewat buku dari karya adik-adik semua," pungkas Nissa Rengganis.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang