Pemerintah Menjamin Harga BBM Subsidi Pertalite Tetap Rp 10 Ribu

6 Agustus 2026, 20:46 WIB

Pemerintah memberikan kepastian bahwa tarif bahan bakar minyak jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan hingga Desember 2026. Langkah penyediaan anggaran buffer ini diambil untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah ancaman krisis geopolitik kawasan Timur Tengah, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kepastian stok dan harga BBM subsidi tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (5/8/2026). Saat ini tarif Pertalite masih dipatok sebesar Rp 10.000 per liter sejak penyesuaian terakhir pada September 2022 lalu.

"Untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman, jadi ini sudah masuk dalam buffer," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko bidang Ekonomi, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan instruksi langsung guna memperkuat resiliensi pasokan energi nasional. Arahan ini merespons eskalasi ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang berpotensi memicu gangguan rantai pasok minyak mentah dunia.

Guna menopang kemandirian energi, pemerintah mengandalkan akselerasi program biodiesel B50 untuk menghentikan ketergantungan impor Solar. Penggunaan APBN dialokasikan secara optimal sebagai peredam kejutan perekonomian global.

"Nah arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya, di mana APBN sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor Solar. Dan sebetulnya dengan harga sekarang juga relatif pemanfaatan subsidi relatif kecil untuk B50," tutup Airlangga.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang