Pemkot Surabaya Ubah Bekas Kolam Renang THR Jadi Arena Olahraga

22 Juni 2026, 17:46 WIB

Pemerintah Kota Surabaya mengalihfungsikan lahan bekas kolam renang di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat menjadi arena olahraga komersial seperti lapangan mini soccer dan padel. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memaksimalkan pemanfaatan aset daerah demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah, akhir pekan kemarin (28/9/2025), dilansir dari Papanskor.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan aspek operasional area belakang eks Taman Hiburan Rakyat yang saat ini aktif digunakan sebagai lokasi konser musik secara rutin. Selain itu, tingginya biaya operasional untuk mengaktifkan kembali fungsi kolam renang menjadi faktor penentu pengalihan fungsi lahan terbuka tersebut.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya, Iman Krestian memberikan penjelasan komprehensif mengenai latar belakang perubahan rencana pemanfaatan aset milik pemerintah kota tersebut.

"Awalnya kita berencana untuk mengaktifkan lagi kolam renang. Cuma posisinya kan kolam renang ini berada di belakang dan saat ini THR belakang itu sudah kita alihkan jadi tempat konser," kata Iman Krestian, Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Surabaya.

Akses menuju kolam renang berpotensi tertutup apabila jadwal konser sedang padat, sehingga pemerintah daerah memutuskan melakukan pengurukan tanah untuk dijadikan ruang terbuka. Area komersial ini nantinya disewakan kepada pihak luar namun tetap bisa diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

"Akhirnya diputuskan untuk diuruk saja dan dijadikan open space," tegas Iman Krestian.

Pemerintah Kota Surabaya juga telah menggandeng Kamar Dagang dan Industri untuk menjaring investor potensial yang berminat mengelola kawasan olahraga terpadu tersebut. Berdasarkan hasil sosialisasi, mayoritas calon investor lebih tertarik pada tren olahraga populer saat ini dibandingkan fasilitas kolam renang.

"Mereka (investor) rata-rata keberatan kalau kolam renang, mereka ngelihat trennya sekarang ke mini soccer dan padel yang saat ini banyak digemari masyarakat,” ungkap Iman Krestian.

Lahan seluas 2.400 meter persegi dengan dimensi panjang 64 meter dan lebar 34 meter ini diproyeksikan mampu menampung satu lapangan mini soccer serta dua lapangan padel atau pickleball. Pemerintah kota membatasi perannya hanya pada penyediaan lahan bersih, sedangkan seluruh biaya pembangunan fasilitas olahraga akan ditanggung sepenuhnya oleh mitra investor.

"Nanti terserah dari pihak pengelola maunya seperti apa. Tapi Pemkot cuma menyediakan lahan areanya saja. Nanti selebihnya investor yang akan bangun," jelas Iman Krestian.

Proses pematangan dan pengurukan lahan saat ini sedang dikerjakan secara bertahap oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya. Pengerjaan fisik tersebut harus menyesuaikan dengan jadwal kegiatan hiburan yang kerap berlangsung di kawasan tersebut pada akhir pekan.

"Ini kita ngobrol untuk diuruk dulu. Cuman pengurukan lahan area situ, pematangan lahannya kan juga mungkin agak makan waktu karena posisinya setiap weekend ada acara di sana," tambah Iman Krestian.

Pemerintah Kota Surabaya saat ini tengah melakukan proses penilaian harga sewa serta mengkaji sejumlah penawaran dari beberapa investor yang telah menyatakan minat resmi mereka.

“Lahan tersebut akan disewakan setelah proses pengurukan selesai dan lahannya sudah clear atau sudah bersih,” pungkas Iman Krestian.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang