Pemprov DKI Jakarta Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca

6 Agustus 2026, 01:31 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintensifkan operasi modifikasi cuaca hingga dua kali dalam sepekan guna mengantisipasi ancaman puncak El Nino pada Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kebijakan penyemaian awan tersebut diproyeksikan berlangsung sampai akhir September atau pertengahan Oktober 2026.

Penerapan hujan buatan secara berkala disetujui usai Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta berkoordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta BMKG. Langkah mitigasi ini diambil mengingat durasi kemarau diperkirakan berjalan cukup panjang.

"Dari data yang ada, puncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan tahun 2023. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau minggu pertama-kedua Oktober baru akan ada hujan," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Kendala utama pelaksanaan penyemaian adalah keterbatasan awan potensial di wilayah udara Jakarta. Kendati demikian, guyuran hujan pada Selasa (4/8) malam dinilai sebagai momen krusial yang berhasil dimanfaatkan tim operasional.

"Problemnya adalah ada kemungkinan awan itu kecil. Tetapi saya sudah memerintahkan dan kita sudah mempersiapkan. Kalau tadi malam itu termasuk rezeki anak saleh, nggak ada awan tapi bisa dimodifikasi," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Kondisi atmosfer yang belum stabil mendorong Pemprov DKI untuk mengunci jadwal modifikasi cuaca secara konsisten setiap minggunya.

"Jadi intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca. Karena ini akan berlangsung lama," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Selain fokus pada modifikasi cuaca, strategi penanganan kemarau difokuskan pada pengamanan pasokan air bersih dan pencegahan insiden kebakaran di kawasan permukiman melalui kampanye Jaga Jakarta.

"Maka pemerintah DKI Jakarta, wali kota akan campaign tentang Jaga Jakarta dalam dua hal. Satu kebakaran, yang satu adalah penyediaan air bersih pasti mengalami hambatan," tutur Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Antisipasi dampak kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut juga menjadi perhatian. Jajaran pengurus RT dan RW diinstruksikan menyiagakan alat pemadam api ringan di lingkungan masing-masing.

"Saya minta untuk setiap RW persiapan APAR dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat, karena suasananya kering dan juga kemungkinan untuk terjadi ISPA," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang