Dunia pendakian berduka atas meninggalnya Nirmal Purja, pendaki asal Nepal, yang menjadi korban longsoran salju di Broad Peak, Pakistan. Kejadian ini melibatkan tim ekspedisi 10 orang yang tersapu longsor di ketinggian sekitar 6.600 meter, menurut laporan dari Detik Travel.
Setelah beberapa hari pencarian yang terkendala cuaca ekstrem, otoritas Pakistan memastikan seluruh anggota tim, termasuk Nirmal Purja, meninggal dunia.
Purja dikenal luas sebagai mountaineer berpengaruh dan sosok utama dalam film dokumenter "14 Peaks: Nothing Is Impossible" yang dirilis pada 29 November 2021. Film ini menceritakan perjuangannya menaklukkan 14 gunung di atas 8.000 meter dalam waktu tujuh bulan, memecahkan rekor dunia yang sebelumnya hampir delapan tahun.
Nirmal Purja lahir di Nepal pada 25 Juli 1983 dan berkarier awalnya di militer Nepal serta kemudian bergabung dengan Special Boat Service, pasukan elite Angkatan Laut Inggris. Ia adalah orang Nepal pertama yang diterima di satuan khusus tersebut.
Namanya melejit ketika berhasil menyelesaikan Project Possible pada 2019 dengan menaklukkan semua 14 puncak tertinggi dunia hanya dalam 189 hari. Rekor tersebut dianggap nyaris mustahil sebelum dicatat Purja.
Selain pencapaian pendakian, Purja juga dikenal karena aksi penyelamatan pendaki yang mengalami masalah di zona maut. Ia juga dikenal melalui foto antrean panjang di puncak Everest pada 2019 yang menjadi simbol kepadatan jalur pendakian tertinggi dunia.
Melalui film dokumenter tersebut, Purja menunjukkan bahwa pendakian adalah tentang keberanian, disiplin, dan kerja sama, bukan sekadar mencapai puncak. Meskipun kini telah tiada, perjuangannya terus dikenang sebagai inspirasi dalam dunia pendakian.







