Pendaki Nirmal Purja Tewas Akibat Longsor Salju di Gunung Broad Peak

6 Agustus 2026, 01:46 WIB

Pendaki gunung legendaris asal Nepal, Nirmal Purja alias Nims Dai, dilaporkan meninggal dunia akibat bencana guguran salju saat melintas di Gunung Broad Peak, Pakistan. Peristiwa tragis di puncak setinggi 8.047 meter tersebut dikonfirmasi oleh Yayasan Nimsdai melalui unggahan di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

"Hari ini, kita berduka bukan hanya atas Nims, tetapi juga setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini termasuk rekan pendaki dan pemandu tepercayanya," bunyi unggahan Instagram Yayasan Nimsdai pada Senin (3/8/2026).

Insiden maut itu berawal ketika Purja yang berusia 43 tahun beserta sembilan pendaki lainnya dinyatakan hilang sejak Kamis. Rombongan tersebut dihantam longsoran salju hebat sekitar pertengahan hari di wilayah utara Pakistan.

Kabar duka tersebut memicu gelombang kesedihan mendalam di tanah kelahirannya. Sanak saudara beserta warga sekitar mulai mendatangi kediaman masa kecil almarhum di Ramnagar untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kakak kandung almarhum, Jeet Bahadur Purja, mengungkapkan kebiasaan adiknya yang selalu memberikan kabar setiap kali hendak melakukan misi pendakian. Namun, sebelum keberangkatan menuju Pakistan kali ini, almarhum sama sekali tidak sempat berpamitan dengannya.

Di rumah duka, seorang tetangga bernama Jibnath Parajuli turut menyalakan lilin dan mengalungkan karangan bunga pada foto almarhum sebagai bentuk belasungkawa.

Kepergian sosok berprestasi ini juga meninggalkan duka mendalam bagi institusi pendidikan tempatnya menimba ilmu. Almarhum diketahui menuntaskan jenjang pendidikan kelas 3 hingga 10 di Small Heaven School sebelum meniti karier bersama Tentara Inggris (British Army).

Para pengajar di sekolah tersebut menyampaikan kenangan mendalam mengenai masa muda almarhum selama menuntut ilmu di sana.

Surendra Baral, yang merupakan guru olahraga almarhum selama tujuh tahun, mengingat anak didiknya itu sudah memperlihatkan ketangguhan sejak dini. Baral menuturkan bahwa Purja sudah memiliki jiwa yang pemberani dan disiplin sejak masih anak-anak.

Karakter disiplin tersebut juga diamini oleh Shailendra Baral selaku pengawas asrama Small Heaven School. Pihak sekolah mengaku terkejut dan sangat kehilangan saat pertama kali menerima kabar duka ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah Small Heaven School, Ramchandra Neupane, mengenang kembali deretan torehan rekor dunia yang pernah diraih oleh mantan anak didiknya tersebut.

Semasa hidupnya, Purja sukses mencatatkan namanya di Guinness Book of World Records setelah menaklukkan 14 puncak gunung setinggi lebih dari 8.000 meter hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari. Rekor tersebut memangkas pencapaian dunia sebelumnya yang membutuhkan waktu hampir 8 tahun.

Rekor bersejarah lainnya diukir almarhum pada Januari 2021 saat memimpin tim Nepal menaklukkan Gunung K2 di musim dingin tanpa bantuan tabung oksigen tambahan. Selain itu, almarhum menuntaskan pendakian tiga gunung raksasa, yakni Everest, Lhotse, dan Makalu, secara beruntun dalam kurun waktu 48 jam.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang