Kemajuan pesat China di bidang kecerdasan buatan (AI) membawa para pendiri startup teknologi di negara tersebut ke panggung global untuk menantang dominasi Silicon Valley. Berikut adalah 3 pendiri di balik kebangkitan AI China:
- Liang Wenfeng (DeepSeek) — Pendiri hedge fund High-Flyer yang memisahkan DeepSeek pada 2023 dan sukses merilis model penalaran R1 berkemampuan setara ChatGPT dengan biaya pelatihan jauh lebih murah. Berusia 41 tahun, ia menjadi pendiri perusahaan AI terkaya dengan estimasi kekayaan mencapai USD 36 miliar dan masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time tahun 2025.
- Tang Jie (Z.ai) — Profesor Universitas Tsinghua yang ikut mendirikan Zhipu AI (kini Z.ai) pada 2019 dan sukses mengembangkan model AI terdepan seperti Wu Dao serta GLM-5. Dengan estimasi kekayaan USD 5 miliar setelah rencana pencatatan saham Z.ai, ia mendedikasikan seluruh kepakarannya untuk memajukan Kecerdasan Buatan Umum (AGI) yang dapat diakses secara luas.
- Yang Zhilin (Moonshot AI) — Lulusan doktor Carnegie Mellon University mantan magang Google Brain dan Meta yang mendirikan Moonshot AI pada 2023. Perusahaannya berhasil meluncurkan Kimi K3, model open-weight terbesar di dunia yang berdampak besar hingga mengguncang pasar saham teknologi global.







