Peneliti Ungkap Temuan Mikroba Laut Purba di Blood Falls Antartika

6 Agustus 2026, 19:01 WIB

Fenomena fenomena Blood Falls di tepi timur Gletser Taylor, McMurdo Dry Valleys, Antartika, menyimpan rahasia kehidupan mikroba yang menakjubkan. Air terjun berwarna merah pekat ini mengalir turun menembus tebing batu menuju Danau Bonney.

Seperti dikutip dari Detik iNET, penelitian terbaru menunjukkan aliran air asin yang kaya zat besi tersebut dipenuhi oleh ekosistem kehidupan laut, meski lokasinya terisolasi puluhan kilometer dari lautan terdekat.

Berdasarkan publikasi ilmiah di jurnal Nature Geoscience, air yang mengalir di Blood Falls mengandung komunitas organisme laut yang sangat khas. Keberadaan mikroorganisme air asin ini membuktikan bahwa sistem perairan di bawah gletser memiliki keterkaitan erat dengan samudra.

"Menemukan sesuatu yang pada dasarnya merupakan oasis laut yang tumbuh subur di gurun kutub lebih dari 32 km dari samudra adalah luar biasa," kata Andrew E. Allen, ekolog mikroba di University of California, San Diego sekaligus salah satu penulis studi tersebut.

"Komunitas mikroba beragam yang kami temukan tetap mempertahankan koneksi biologis dengan lingkungan laut purba, sekaligus menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi kehidupan yang luar biasa," paparnya.

Studi geokimia sebelumnya mengindikasikan bahwa pasokan air di Blood Falls berasal dari air laut yang membanjiri Lembah Taylor saat periode hangat di masa lampau. Air asin tersebut kemudian terjebak dan terisolasi di bawah lapisan tebal Gletser Taylor yang meluas saat permukaan laut menyurut.

Guna menelusuri asal-usul mikroorganisme tersebut, tim peneliti melakukan analisis terhadap 167 sampel yang terdiri dari air, sedimen, dan udara. Identifikasi mikroba dikerjakan menggunakan beberapa teknik genetik.

Hasil analisis menunjukkan bahwa mikroorganisme pada es merah, lumpur, dan sedimen di area terendah gletser hampir seluruhnya berkerabat dengan spesies lingkungan laut. Sebaliknya, wilayah di sekitarnya justru didominasi mikroba daratan dan air tawar.

"Aktivitas biologis yang kami amati dari analisis mRNA menunjukkan komunitas laut purba ini tidak sekadar membeku dimakan waktu, tetapi entah bagaimana mampu bertahan meskipun terjadi perubahan lingkungan yang sangat drastis," jelas Allen.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang