Penelitian Ungkap Evolusi Manusia Tidak Berjalan Lurus Menuju Modern

8 Agustus 2026, 17:16 WIB

Perubahan fisik manusia sepanjang evolusi tidak berlangsung secara konsisten dan bertahap, melainkan melalui periode panjang dengan sedikit perubahan yang diselingi perubahan cepat.

Penemuan ini berdasarkan penelitian yang menganalisis 87 fosil tengkorak dari berbagai spesies genus Homo, termasuk Homo habilis, Homo erectus, Neanderthal, dan Homo sapiens, yang dipimpin oleh Mark Hubbe dan Katerina Harvati, dikutip dari Detik iNET.

Enam model evolusi diuji, mulai dari seleksi alam hingga punctuated equilibrium yang menggambarkan evolusi sebagai periode stabil yang diselingi perubahan cepat. Hasilnya menunjukkan tren pembesaran otak dan pengecilan wajah memang ada, tapi tidak selalu berlangsung secara linear antar spesies.

Proses evolusi manusia juga dipengaruhi oleh faktor budaya dan teknologi. Penggunaan alat, pengolahan makanan, dan kerja sama sosial mengurangi ketergantungan manusia pada perubahan fisik untuk bertahan hidup.

Teknologi pengolahan makanan misalnya, mengurangi tekanan evolusi pada struktur wajah dan rahang, sementara akses terhadap sumber energi mendukung kebutuhan otak yang lebih besar.

Menurut Hubbe, budaya berperan sebagai penyangga yang memungkinkan manusia beradaptasi dengan habitat baru dan mengakses sumber daya lebih luas.

Penelitian ini membantah anggapan evolusi manusia sebagai proses linier menuju Homo sapiens. Sebaliknya, evolusi merupakan kombinasi periode stasis, proses acak, tekanan seleksi, dan pengaruh lingkungan serta budaya.

Katerina Harvati menambahkan bahwa sebaiknya fokus penelitian diarahkan pada kondisi yang memungkinkan populasi manusia mengembangkan sifat baru, bukan hanya mengapa manusia berevolusi menuju otak besar dan wajah kecil.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang