Penembakan di Sekolah Thailand Tewaskan 8 Orang Termasuk Pelaku

8 Agustus 2026, 05:17 WIB

Aksi penembakan massal melanda Sekolah Debsirin Nonthaburi di Thailand pada Jumat (07/08), yang mengakibatkan sedikitnya delapan orang tewas, dilansir dari Detikcom. Pelaku merupakan seorang siswa laki-laki kelas 9 berusia 14 tahun yang tewas setelah mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian.

Kepolisian Kerajaan Thailand mencatat korban tewas terdiri dari lima guru di sekolah tersebut, serta kakek dan nenek pelaku yang ditemukan tewas di rumahnya. Selain itu, setidaknya 15 orang mengalami luka-luka dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Penyelidikan awal menunjukkan pelaku mendatangi sekolah dan melepaskan tembakan ke arah para guru serta rekan sesama siswa. Petugas kepolisian dan tim medis segera diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi para siswa serta melarikan korban luka ke rumah sakit terdekat.

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwanchawee, memberikan keterangan mengenai profil awal remaja tersebut berdasarkan hasil penggeledahan rumah.

Polapee Suwanchawee mengungkapkan bahwa pelaku terindikasi sangat gemar bermain gim, berdasarkan bukti yang ditemukan polisi di rumahnya.

Pelaku selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya. Polisi menduga pelaku membunuh kedua kakek-neneknya sebelum berangkat ke sekolah menggunakan pistol kaliber 9 mm milik kakeknya yang berprofesi sebagai guru.

Keterangan berbeda disampaikan oleh tenaga pengajar di sekolah tersebut mengenai keseharian pelaku sebelum insiden terjadi.

Seorang guru di sekolah tersebut mengatakan bahwa siswa itu dikenal sebagai "anak yang baik dengan prestasi akademik yang baik" serta tidak memiliki riwayat perilaku agresif.

Para siswa di lokasi kejadian sempat tidak menyadari bahwa letusan suara yang terdengar merupakan tembakan senjata api.

"Saya tidak mengira itu suara tembakan pada awalnya," kata seorang siswa kepada Reuters.

Siswa tersebut menjelaskan situasi mencekam saat peristiwa berdarah itu berlangsung di area sekolah.

"Terdengar banyak letusan, 'dor dor dor'. Lalu suasananya hening. Setelah itu suara tembakan terdengar lagi," kata siswa tersebut.

Kepanikan juga dirasakan oleh siswi kelas 8 yang berada sangat dekat dengan lokasi kejadian saat penembakan dimulai.

"Saya sedang berdiri di depan guru ketika beliau ditembak. Saat itu beliau sedang berbicara dengan saya ketika pelaku datang dan menembaknya," kata siswi kelas 8 tersebut.

Ia menceritakan usahanya untuk menyelamatkan diri dari kejaran pelaku di dalam lingkungan sekolah.

"Saya tidak bisa melihat apa-apa selain kepulan debu. Dia berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain. Meja saya sangat dekat dengan posisi guru. Saya terpaksa memanjat pagar sekolah untuk melarikan diri bersama teman-teman lain," kata siswi kelas 8 tersebut.

Kepolisian Kerajaan Thailand dalam pernyataan resminya mengonfirmasi tengah melakukan penyelidikan mendalam atas insiden penembakan ini guna mengungkap motif utama kejadian serta melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang