Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan volume penjualan mobil hibrida di pasar domestik mengalami penurunan sebesar 3,2 persen pada Mei 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan performa pasar ini memicu koreksi terhadap target elektrifikasi kendaraan nasional, yang diperparah oleh kemerosotan penjualan mobil listrik murni (BEV) sebesar 14 persen secara bulanan pada periode yang sama, sebagaimana dilansir dari Papanskor.
"Total penjualan mobil hybrid pada Mei 2025 sebanyak 4.355 unit, angka itu turun 3,2 persen secara bulanan," tulis keterangan Gaikindo, dikutip Selasa 24 Juni 2025.
Realisasi penjualan sebanyak 4.355 unit tersebut menunjukkan pelemahan dari bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 4.500 unit.
Data dari Gaikindo juga menunjukkan adanya ketimpangan ekosistem karena pasar masih sangat bergantung pada model tertentu, di mana Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mendominasi dengan penjualan 2.539 unit atau menguasai lebih dari separuh pasar.
Kurangnya diversifikasi model lain terlihat dari volume penjualan Suzuki XL7 Hybrid yang mencatat 612 unit dan Toyota Yaris Cross Hybrid sebanyak 288 unit, sementara Suzuki Ertiga Hybrid secara mencolok absen tanpa angka penjualan pada Mei 2025.
Pada segmen premium, Lexus LM 350h memimpin dengan 187 unit, mengungguli Toyota Alphard Hybrid sebanyak 89 unit dan Toyota Vellfire Hybrid dengan 32 unit.
Kehadiran produk lain seperti Hyundai Santa Fe Hybrid yang terjual 112 unit, Honda Civic HEV 30 unit, serta Honda CR-V e:HEV sebanyak 18 unit belum mampu mendongkrak volume penjualan secara signifikan di pasar domestik.






