Peluang Pep Guardiola menangani Timnas Italia makin terbuka. Masalah nilai gaji dilaporkan tidak lagi menjadi kendala utama dalam proses pembicaraan antara pelatih asal Spanyol tersebut dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Dilansir dari Bola, kepastian tersebut muncul seusai pertemuan tatap muka antara Guardiola, Direktur Teknik Timnas Italia Paolo Maldini, serta penasihat khusus Leonardo. Pertemuan yang berlangsung di Spanyol selama akhir pekan itu berfokus pada pemaparan rencana kerja berdurasi empat tahun.
FIGC menyodorkan proyek jangka panjang hingga Piala Dunia 2030, yang mencakup partisipasi di UEFA Nations League dan Piala Eropa. Program ini memprioritaskan pengembangan pemain melalui jenjang tim muda demi mengakhiri tren buruk Gli Azzurri yang absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Mantan manajer Manchester City itu menyambut positif tawaran yang diajukan. Keputusan resmi terkait menerima atau menolak posisi pelatih kepala tersebut diperkirakan bakal beredar dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam mendatang.
Kedekatan emosional menjadi salah satu faktor penentu ketertarikan mantan juru taktik Barcelona ini. Beliau pernah merumput di Italia saat membela Brescia dan AS Roma, serta menjalin hubungan erat dengan pelatih Carlo Mazzone dan Paolo Maldini.
Bahkan usai mengantar Barcelona menjuarai Liga Champions pada 2009, sebuah dedikasi khusus sempat disampaikan untuk menghormati Maldini yang memutuskan pensiun saat itu.
"Paolo telah mendapat kekaguman dari seluruh dunia selama 25 tahun. Jadi, jika dia berubah pikiran dan ingin bermain satu tahun lagi, dia bisa bergabung dengan kami," ujar Guardiola dalam wawancara seusai pertandingan.
"Memenangi trofi ini di Italia sangat istimewa bagi saya. Saya mendedikasikan trofi ini untuk Maldini," tambahnya.
Faktor kelancaran berbahasa Italia serta kebiasaannya menghabiskan waktu liburan di sana makin memperkuat rumor kepindahannya untuk melatih Timnas Italia.







