Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi renang di Indonesia yang secara resmi berdiri pada 21 Maret 1951 di Jakarta. PRSI menjadi satu-satunya lembaga renang yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) hingga saat ini, memastikan pengaturan dan pembinaan olahraga renang di seluruh nusantara.
PRSI juga merupakan anggota resmi Federasi Renang Internasional (FINA) dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 1952, mengukuhkan perannya dalam kancah olahraga renang dunia. Organisasi ini telah mengalami beberapa perubahan nama, mulai dari Persatuan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) pada 1951, menjadi Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia pada 1957, lalu kembali ke nama Persatuan Renang Seluruh Indonesia pada 1963. Pada 2023, PRSI resmi berganti nama menjadi Akuatik Indonesia, menyesuaikan dengan perubahan nama FINA menjadi World Aquatics.
Sejarah organisasi renang sebelum kemerdekaan Indonesia dimulai dari pembentukan organisasi daerah seperti Bandungse Zwembond pada 1917 dan West Java Zwembond pada 1918, serta Netherlands Indische Zwembond pada 1924. Organisasi-organisasi ini menjadi cikal bakal pembentukan induk organisasi nasional yang kemudian dikenal dengan PRSI.
Menurut laporan Liputan6, pembentukan PRSI sebagai badan resmi nasional membuka jalan bagi pembinaan atlet renang secara sistematis dan penyelenggaraan kejuaraan renang nasional yang terstruktur.
Peran PRSI dalam Pembinaan dan Kejuaraan Renang
PRSI memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet renang di Indonesia melalui pelatihan, sertifikasi pelatih, dan pengembangan kompetensi atlet yang berjenjang. Organisasi ini juga bertanggung jawab menyelenggarakan kejuaraan nasional yang menjadi ajang seleksi dan pengembangan prestasi atlet renang dari berbagai provinsi.
Menurut data terbaru dari Akuatik Indonesia, pembinaan yang dilakukan PRSI telah menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional, dengan sistem yang mengikuti standar internasional dari World Aquatics.
Struktur Organisasi dan Kepemimpinan Terkini
Sejak berdiri, PRSI telah dipimpin oleh sejumlah ketua umum yang berkontribusi dalam pengembangan olahraga renang di Indonesia. Hingga Agustus 2026, ketua umum PRSI yang sedang menjabat melanjutkan visi peningkatan prestasi dan pembinaan berkelanjutan agar Indonesia semakin berkiprah di dunia olahraga akuatik.
Perubahan Nama dan Penyesuaian dengan Standar Internasional
Perubahan nama organisasi menjadi Akuatik Indonesia pada 2023 merupakan langkah strategis menyesuaikan dengan perubahan Federasi Renang Internasional menjadi World Aquatics. Ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mengikuti perkembangan olahraga air global dan memperluas cakupan olahraga akuatik yang meliputi renang, loncat indah, polo air, dan renang seni.
"Perubahan nama ini bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi dari perkembangan olahraga akuatik secara menyeluruh di Indonesia," ujar perwakilan resmi Akuatik Indonesia.
Agenda dan Tantangan Kedepan
PRSI terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan memperluas jangkauan olahraga renang ke daerah-daerah. Kejuaraan nasional yang rutin digelar menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing atlet dan menemukan bibit unggul baru.
Selain itu, adaptasi terhadap standar internasional dan penyesuaian nama menjadi Akuatik Indonesia diharapkan mendorong prestasi olahraga air Indonesia lebih kompetitif di kancah dunia.







