Persebaya Surabaya dipastikan mengamankan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengemas dua kemenangan beruntun di Grup B. Skuad Bajol Ijo dijadwalkan menghadapi Port FC pada laga pamungkas grup di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8) malam, sebagaimana dilansir dari Papanskor. Hasil pertandingan kontra wakil Thailand tersebut akan menjadi penentu status Persebaya, apakah mengakhiri babak penyisihan sebagai juara grup atau runner-up.
Predikat juara Grup B nantinya bakal memicu pertemuan dengan runner-up Grup A, sedangkan posisi runner-up Grup B akan diadu melawan juara Grup A. Sebelumnya, klub asal Surabaya ini meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada laga perdana, kemudian mengulang hasil serupa saat bersua PSMS Medan. Persebaya saat ini memimpin puncak klasemen sementara Grup B dengan raihan enam poin, disusul Port FC di posisi kedua dengan koleksi empat poin.
Meskipun kelolosan sudah berada di tangan, pelatih Persebaya Bernardo Tavares memilih untuk mengesampingkan pembahasan mengenai calon lawan di babak gugur. Juru taktik asal Portugal tersebut menegaskan bahwa seluruh fokus tim kini tertuju penuh pada laga penutup grup melawan Port FC.
"Sekarang fokus kami beralih ke pertandingan melawan Port FC. Mereka adalah tim yang bagus dan kami harus menganalisis kekuatan mereka dengan baik," ujar Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya. Di tengah jadwal turnamen yang cukup padat, Tavares menyoroti pentingnya proses pemulihan fisik para pemain. Hasil akhir pertandingan mendatang memang menentukan posisi klasemen, namun kebugaran skuad tetap menjadi prioritas utamanya.
"Laga itu akan menentukan apakah kami finis sebagai juara grup atau runner-up. Namun, kami harus menyelesaikan proses pemulihan pemain terlebih dahulu," tegas Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya. Guna memanfaatkan ajang pramusim secara maksimal, pelatih berusia 46 tahun tersebut juga terus memantau perkembangan anak asuhnya. Ia menggunakan tiap laga untuk menguji skema baru serta variasi posisi pemain sebagai persiapan menuju kompetisi resmi.
"Karena ini masih fase pramusim, kami juga ingin melihat beberapa pemain di posisi yang berbeda. Sayangnya, jadwal pertandingan yang padat membuat kami tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih," jelas Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya. Keterbatasan waktu di lapangan latihan membuat jeda antarlaga murni digunakan untuk mengembalikan kondisi fisik pemain.
Situasi ini dinilainya memberikan tantangan tersendiri dalam mematangkan skema permainan tim. "Setelah pertandingan, kami hanya memiliki waktu untuk pemulihan sebelum kembali bermain. Itu membuat proses pengembangan tim menjadi lebih menantang," ungkap Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan kembali komitmen timnya untuk menjalani turnamen secara bertahap tanpa terbebani peta persaingan di babak selanjutnya.
"Namun, fokus kami saat ini bukan memikirkan semifinal. Kami harus menyelesaikan pertandingan melawan Port FC terlebih dahulu. Jika kami menjadi juara grup, situasinya akan berbeda dibanding jika kami finis sebagai runner-up. Karena itu kami memilih fokus selangkah demi selangkah," pungkas Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya.







