Persita Tangerang Bungkam Arema FC 1-0 Lewat Gol Aleksa Andrejic

25 Juni 2026, 02:01 WIB

Persita Tangerang berhasil melanjutkan tren positif mereka dalam kompetisi BRI Super League 2025/26. Setelah sempat mencatatkan hasil buruk pada awal musim, tim berjuluk Pendekar Cisadane kini sukses merangkak naik.

Seperti dilansir dari Papanskor, Persita Tangerang menelan kekalahan telak 0-4 dari Persija Jakarta pada laga perdana 10 Agustus 2025. Hasil negatif berlanjut pada pekan kedua setelah tumbang 0-1 dari Persebaya Surabaya.

Langkah mereka kembali tertahan usai bermain imbang 1-1 melawan Madura United pada pekan ketiga. Catatan ini membuat Pendekar Cisadane sempat melewati tiga pertandingan pembuka tanpa satu pun kemenangan.

Kendati demikian, performa Persita Tangerang langsung melonjak drastis. Mereka berhasil mengemas lima kemenangan secara beruntun, termasuk menumbangkan tim kuat seperti PSM Makassar dan Persib Bandung.

Tren kemenangan tersebut berlanjut pada pertandingan penutup tahun 2025. Persita Tangerang sukses menaklukkan tuan rumah Arema FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga tunda pekan ke-8 pada Selasa (30/12).

Pelatih Carlos Pena memberikan pujian tinggi terhadap semangat dan kerja keras anak asuhnya. Persita Tangerang sukses membawa pulang tiga poin penuh meski harus menghadapi situasi sulit di markas Singo Edan.

Pendekar Cisadane dipaksa bermain dengan 10 orang pada babak kedua. Namun, mereka mampu mengunci kemenangan berkat gol tunggal Aleksa Andrejic pada masa injury time babak kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kondisi Persita Tangerang sebelum laga sebenarnya kurang menguntungkan. Beberapa pilar utama absen, termasuk Pablo Ganet yang memenuhi panggilan Piala Afrika serta kapten Muhammad Toha akibat akumulasi kartu kuning.

Masalah tim semakin bertambah setelah bek sayap Mario Jardel mengalami cedera di awal laga. Carlos Pena mengakui bahwa pertandingan melawan Arema FC berjalan sangat berat bagi timnya.

"Poin yang sangat berharga di laga ini. Karena bagi kami ini adalah pertandingan yang sulit. Kami datang kesini tanpa Pablo (Ganet), sebagai contoh. Juga tanpa Muhammad Toha," kata Carlos Pena dikutip dari laman resmi ileague.id.

"Di menit ke-3 Mario Jardel juga mendapat cedera dan harus melakukan pergantian. Pada babak kedua kami mendapat kartu merah. Kami harus bertahan dari banyak faktor yang terjadi di pertandingan ini," ucapnya menambahkan.

Strategi Pergantian Pemain Carlos Pena

Situasi sulit tersebut tidak membuat Carlos Pena mengendurkan ambisi. Pelatih asal Spanyol itu langsung melakukan perubahan taktik guna merespons kartu merah yang diterima pemainnya.

Apresiasi besar diberikan kepada seluruh skuad yang tetap tampil disiplin sepanjang laga. Pasukan Pendekar Cisadane dinilai mampu menjaga fokus meski terus berada di bawah tekanan intensitas serangan tuan rumah.

"Saya sangat senang dan bangga dengan para pemain, karena mereka bekerja keras dan percaya hingga penghujung laga untuk mendapatkan tiga poin yang berharga," paparnya.

Carlos Pena menjelaskan bahwa keputusan merombak formasi di babak kedua bertujuan untuk mengeksploitasi kelengahan lini pertahanan Arema FC. Keseimbangan strategi menjadi kunci utama dalam meredam agresivitas lawan.

Arema FC sendiri tampil menekan dengan menumpuk banyak pemain di sektor depan. Keputusan tersebut meninggalkan celah di lini belakang yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu.

"Perbedaanya adalah kami bermain dengan 10 pemain dan Arema FC melakukan banyak resiko dengan menaruh banyak pemain di lini depan," lanjut Pena.

"Kami melakukan tiga pergantian pemain terakhir untuk memanfaatkan keunggulan ruang yang kosong. Dan disini kami menaruh Dejan dan juga Aleksa. Dengan kualitas dari Dejan, Aleksa dan Rayco kami bisa mencetak gol. Tapi tentu sangat sulit untuk bisa bermain dengan 10 pemain, tapi ini bukan yang pertama untuk kami," dia menegaskan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang