Planet Merkurius Memancarkan Cahaya Terbaik di Langit Malam

17 Juni 2026, 02:01 WIB

Planet Merkurius memancarkan cahaya dalam kondisi terbaiknya setelah matahari terbenam pada 15 Juni 2026. Fenomena astronomi ini terjadi karena planet tersebut mencapai titik elongasi terbesar. Kondisi ini menandakan Merkurius berada pada arah tampak paling jauh dari matahari jika dilihat dari Bumi.

Peristiwa tersebut menjadi waktu paling ideal untuk mengamati planet dalam ini. Seperti dikutip dari Bobo, posisi Merkurius saat bersinar berada di bawah planet Venus dan Jupiter. Pengamatan terbaik dapat dilakukan dengan mengarahkan pandangan ke langit sebelah barat.

Merkurius dikategorikan sebagai planet dalam karena posisinya terletak di antara matahari dan sabuk asteroid. Letak orbit ini membuat jarak tampak Merkurius tidak pernah terlalu jauh dari cakrawala.

Orbit Merkurius yang unik memungkinkannya untuk terlihat di langit malam maupun pagi sepanjang tahun. Ketika mencapai titik elongasi terbesar, posisi planet ini berada sekitar 17 derajat dari matahari. Saat matahari terbenam, Jupiter dan Venus memosisikan diri membentuk garis di sebelah kiri atas Merkurius. Posisi ketiga benda langit ini mempermudah pencarian letak Merkurius di luar angkasa.

Meskipun termasuk salah satu planet paling terang, Merkurius menjadi objek yang paling sulit dilihat langsung tanpa alat optik. Faktor utama kesulitan ini adalah posisi orbitnya yang sangat dekat dengan matahari. Sudut pandang dari Bumi membuat Merkurius selalu tampak berada di arah yang sama dengan matahari. Jarak nyata Merkurius ke matahari berkisar antara 47 juta kilometer hingga 70 juta kilometer.

Sementara itu, jarak antara Bumi dan Merkurius berada di titik terjauh 222 juta kilometer. Pada posisi terdekatnya, jarak kedua planet ini mencapai 77,3 juta kilometer.

Fenomena Ekor Ion Natrium

Kondisi yang sulit diamati membuat tidak banyak orang mengetahui bahwa Merkurius memiliki ekor mirip komet. Ekor tersebut terbentuk dari ion natrium yang terlepas dari permukaan planet akibat angin matahari.

Tumbukan meteor mikro di permukaan Merkurius juga berkontribusi terhadap pembentukan ekor tersebut. Para ilmuwan telah mendeteksi keberadaan ekor ion natrium ini sejak tahun 2001. Ukuran ekor Merkurius dapat bertambah panjang atau menyusut secara berkala.

Perubahan ukuran ini sangat bergantung pada tingkat kedekatan posisi planet dengan matahari. Ketika berada pada kekuatan puncaknya, ekor Merkurius dapat membentang sangat panjang. Peneliti mencatat panjang bentangan ekor tersebut mampu mencapai jarak 24 juta kilometer.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang