Hp Poco M5 Masih Layak Dibeli dengan Helio G99 Rp1 Jutaan

21 Juni 2026, 03:22 WIB

Pasar ponsel terjangkau selalu penuh dengan kejutan, dan Xiaomi Poco M5 menjadi salah satu perangkat yang memicu perdebatan sengit mengenai standar performa di kelasnya. Ketika pertama kali diperkenalkan, perangkat ini membawa ekspektasi besar sebagai mesin gaming murah yang mengandalkan chipset bertenaga di segmen entry-level.

Saya melihat bahwa daya tarik utama ponsel ini terletak pada keberaniannya memangkas beberapa fitur kosmetik demi menyuntikkan performa mentah yang lebih mumpuni. Namun, di tengah persaingan industri yang bergerak sangat cepat, kita harus melihat secara objektif apakah formula yang dibawa oleh submerek Xiaomi ini benar-benar memberikan nilai jangka panjang bagi pengguna sehari-hari.

Sebagai Senior Reviewer, saya akan membedah setiap aspek teknis dari Xiaomi Poco M5 berdasarkan spesifikasi nyata dan penempatan posisinya di pasar saat ini. Kita akan melihat di mana letak kekuatan sejatinya dan apa saja kompromi pahit yang harus Anda terima jika memilih ponsel ini.

Xiaomi merancang perangkat ini dengan fokus yang sangat spesifik, yaitu performa komputasi harian dan efisiensi daya. Untuk memahami bagaimana ponsel ini bekerja, kita harus membedah komponen inti yang menjadi otak dari seluruh operasinya.

Sektor dapur pacu menjadi sorotan terbesar berkat keputusan menggunakan arsitektur silikon yang lebih maju dibanding kompetitor sekelasnya saat itu. Penggunaan arsitektur modern ini berdampak langsung pada manajemen suhu dan ketahanan baterai secara keseluruhan.

Dapur Pacu MediaTek Helio G99

Jantung mekanis dari Xiaomi Poco M5 adalah chipset MediaTek Helio G99. Prosesor ini dibangun di atas proses manufaktur TSMC 6 nanometer yang sangat efisien dalam mengelola konsumsi daya listrik.

Secara arsitektur, chipset ini mengandalkan konfigurasi delapan inti prosesor yang dibagi menjadi dua klaster performa dan efisiensi. Struktur ini mencakup dua inti performa tinggi berbasis ARM Cortex-A76 dengan kecepatan clock hingga 2,2 GHz, serta enam inti efisiensi ARM Cortex-A55 yang berjalan pada kecepatan 2,0 GHz.

Untuk urusan pemrosesan grafis, MediaTek Helio G99 dipasangkan dengan unit pengolah grafis atau GPU ARM Mali-G57 MC2. Kombinasi ini memberikan stabilitas frame rate yang cukup baik untuk menjalankan aplikasi harian maupun beberapa judul game populer pada pengaturan grafis menengah.

Konfigurasi Memori dan Penyimpanan Intern

Performa chipset yang bertenaga tersebut didukung oleh adopsi teknologi memori yang sudah cukup modern untuk kelas harganya. Xiaomi menyematkan RAM berjenis LPDDR4X yang dikombinasikan dengan penyimpanan internal berbasis teknologi UFS 2.2.

Penggunaan UFS 2.2 ini merupakan poin krusial yang sering diabaikan calon pembeli, padahal kecepatannya jauh melampaui jenis eMMC lawas yang masih banyak digunakan ponsel murah lain. Kecepatan baca dan tulis data yang lebih tinggi membuat proses instalasi aplikasi, pemuatan game, dan transfer file terasa jauh lebih instan.

Ponsel ini hadir dalam beberapa variasi kapasitas untuk pasar global, termasuk varian memori internal 64 GB dengan RAM 4 GB, serta varian yang lebih tinggi dengan memori internal 128 GB. Penyimpanan ini juga masih dapat diperluas hingga kapasitas 1 TB menggunakan kartu memori eksternal melalui slot microSD khusus.

Spesifikasi Utama Komponen Internal Xiaomi Poco M5
Komponen Spesifikasi Teknis
Chipset MediaTek Helio G99 (6nm)
CPU core 2x Cortex-A76 2.2 GHz & 6x Cortex-A55 2.0 GHz
GPU ARM Mali-G57 MC2
Tipe RAM LPDDR4X
Tipe Storage UFS 2.2
Ekspansi Storage MicroSD hingga 1 TB

Layar 90Hz Layak Uji Namun Penuh Kompromi

Beralih ke bagian depan, Xiaomi Poco M5 mengusung panel layar yang dirancang untuk memberikan sensasi navigasi yang lebih mulus. Namun, di sektor inilah saya mulai merasakan adanya beberapa kompromi demi menekan harga produksi.

Layar berukuran 6,58 inci ini menggunakan teknologi panel IPS LCD dengan resolusi Full HD Plus atau tepatnya 2408 x 1080 piksel. Kerapatan piksel yang dihasilkan mencapai kisaran 401 ppi, yang berarti tampilan teks dan detail gambar di layar terlihat cukup tajam dan bersih.

Fitur Refresh Rate Dinamis

Nilai jual utama dari layar ini adalah dukungan refresh rate hingga 90Hz. Layar ini dilengkapi dengan fitur DynamicSwitch yang mampu mengubah kecepatan penyegaran secara otomatis antara 30Hz, 60Hz, dan 90Hz tergantung pada konten yang sedang ditampilkan.

Fitur adaptif ini sangat membantu dalam menghemat konsumsi daya baterai, karena sistem tidak akan memaksakan panel berjalan di 90Hz saat Anda hanya melihat foto statis atau membaca artikel teks biasa. Responsivitas layar juga ditingkatkan berkat touch sampling rate yang mencapai 240Hz, membuat input sentuhan terasa instan saat bermain game cepat.

Kekurangan Panel IPS LCD di Ruang Terbuka

Meskipun resolusi dan kecepatan penyegarannya sudah memadai, kualitas panel IPS LCD yang digunakan di ponsel ini memiliki keterbatasan nyata pada tingkat kecerahan. Layar ini hanya mampu menghasilkan tingkat kecerahan tipikal sekitar 500 nits di bawah mode pencahayaan tinggi.

Dari spesifikasinya, menurut saya tingkat kecerahan ini membuat layar Poco M5 agak kesulitan mempertahankan keterbacaan yang ideal saat digunakan langsung di bawah terik matahari. Panel ini juga masih menggunakan desain poni berbentuk tetesan air lama yang terlihat kurang modern dibandingkan kompetitor yang sudah mengadopsi desain lubang layar.

Untuk perlindungan fisik, lapisan kaca depannya sudah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass yang memberikan ketahanan dasar terhadap goresan ringan sehari-hari. Namun, reproduksi warna dan sudut pandang panel IPS ini tetap terasa standar, khas ponsel entry-level pada umumnya.

Sektor Kamera yang Cenderung Standar dan Minimalis

Xiaomi Poco M5 mengadopsi konfigurasi tiga kamera di bagian belakang yang disusun secara horizontal dalam sebuah modul besar berwarna hitam. Penampilan luar modul kamera ini memang terlihat sangat meyakinkan dan memberikan kesan tangguh.

Namun, jika kita melihat lebih dalam pada fungsionalitas sensornya, konfigurasi ini sebenarnya sangat minimalis. Di sinilah salah satu pemangkasan fitur paling masif dilakukan oleh pihak produsen untuk menutupi biaya chipset Helio G99 yang mahal.

Kamera Utama 50 Megapiksel

Sensor utama pada bagian belakang memiliki resolusi 50 Megapiksel dengan bukaan lensa f/1.8. Kamera utama ini sudah dilengkapi dengan fitur phase detection autofocus atau PDAF untuk penguncian fokus yang lebih cepat.

Dalam kondisi pencahayaan yang ideal atau siang hari, kamera utama ini mampu menghasilkan foto dengan detail yang cukup baik dan saturasi warna yang natural berkat bantuan pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan. Namun, ketika kondisi cahaya mulai menurun di malam hari, noise akan mulai bermunculan dan detail gambar akan menurun secara drastis meskipun sudah menggunakan mode malam khusus.

Sensor Pendukung dan Kamera Depan

Dua kamera vertikal yang mendampingi lensa utama adalah sensor makro 2 Megapiksel dengan bukaan f/2.4 dan sensor kedalaman 2 Megapiksel dengan bukaan f/2.4. Keberadaan dua lensa ini menurut saya lebih berfungsi sebagai pelengkap estetika jumlah kamera daripada memberikan fungsi fotografi yang esensial bagi pengguna.

Absennya lensa ultrawide atau sudut ultra-lebar menjadi salah satu kekurangan yang sangat disayangkan dari sistem kamera ponsel ini. Sementara itu, untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, Xiaomi hanya menyediakan kamera depan beresolusi 5 Megapiksel dengan bukaan f/2.2 yang tertanam di area poni layar.

Kencang Paling Murah dgn Helio G99 REVIEW POCO M5 Indonesia | Tech Spurt

Daya Tahan Baterai dan Fitur Konektivitas Harian

Untuk menopang seluruh aktivitas digital pengguna, Xiaomi menanamkan baterai berkapasitas besar ke dalam bodi Poco M5 yang memiliki ketebalan 8,9 mm dan bobot sekitar 201 gram ini. Kapasitas baterai yang diusung adalah 5000 mAh, sebuah standar yang ideal untuk ketahanan penggunaan harian.

Berkat kombinasi baterai besar dan fabrikasi hemat daya 6nm dari MediaTek Helio G99, daya tahan baterai ponsel ini menjadi salah satu keunggulan konkritnya. Perangkat ini dapat dengan mudah bertahan seharian penuh dalam skenario penggunaan kasual hingga intensif tanpa perlu berulang kali mencari soket pengisian daya.

Sistem Pengisian Daya yang Kurang Cepat

Meskipun kapasitas baterainya memuaskan, sektor pengisian daya justru terasa agak tertinggal. Xiaomi Poco M5 hanya mendukung teknologi pengisian daya cepat dengan daya maksimal 18 Watt melalui port USB Type-C.

Proses pengisian daya dari kondisi baterai kosong hingga penuh membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya memakan waktu lebih dari dua jam. Kabar baiknya, Xiaomi masih menyertakan kepala charger dengan daya keluaran 22,5 Watt di dalam kotak penjualan, sebuah langkah yang patut diapresiasi di saat produsen lain mulai menghilangkan aksesori tersebut.

Kelengkapan Fitur Sensor dan Audio

Konektivitas harian yang disediakan pada perangkat ini tergolong sangat lengkap untuk sebuah ponsel murah. Xiaomi tetap mempertahankan sensor pemancar inframerah atau IR Blaster yang menjadi ciri khas unik produk mereka untuk mengontrol perangkat elektronik rumah tangga.

Selain itu, ponsel ini juga dilengkapi dengan fitur Near Field Communication atau NFC yang sangat berguna untuk mengecek maupun mengisi saldo kartu uang elektronik secara instan. Sensor pemindai sidik jari diletakkan di bagian samping bodi, menyatu dengan tombol daya yang posisinya sangat mudah dijangkau oleh ibu jari.

Untuk urusan audio, perangkat ini masih mengandalkan sistem speaker tunggal atau mono yang terletak di sisi bawah bodi. Kualitas suaranya cukup lantang, namun kedalamannya terasa standar, dan untungnya pengguna masih bisa menggunakan headphone kabel kesayangan berkat kehadiran lubang audio jack 3,5 mm di bagian atas perangkat.

Perbandingan Saudara Kandung Poco M5s dan Redmi 11 Prime

Untuk melihat posisi pasar Xiaomi Poco M5 secara lebih komprehensif, kita perlu melihat bagaimana produk ini berdiri di antara perangkat lain yang diluncurkan dalam periode waktu yang berdekatan oleh ekosistem perusahaan yang sama.

Dilansir dari laporan GSM Arena, pada momen peluncurannya di tanggal 5 September 2022, Xiaomi juga memperkenalkan varian saudaranya yaitu Poco M5s. Kedua perangkat ini membawa pendekatan desain dan spesifikasi yang sangat bertolak belakang meskipun berada di bawah satu lini seri yang sama.

Jika Poco M5 berfokus penuh pada performa mentah menggunakan chipset Helio G99 dan layar IPS 90Hz, maka Poco M5s mengambil rute yang berbeda dengan menawarkan panel layar AMOLED, sistem pengisian daya yang lebih cepat, dan konfigurasi kamera yang lebih superior namun menggunakan chipset generasi lama.

Kembaran Identik dari Brand Redmi

Strategi unik Xiaomi dalam melakukan penamaan ulang produk juga terlihat jelas pada perangkat ini. Sehari setelah peluncuran global seri Poco tersebut, tepatnya pada 6 September 2022, Xiaomi meluncurkan perangkat bernama Redmi 11 Prime untuk wilayah pasar India.

Redmi 11 Prime ini pada dasarnya mengusung spesifikasi teknis internal dan arsitektur hardware yang identik dengan Poco M5. Perbedaan utama di antara keduanya hanya terletak pada eksekusi desain panel belakang, variasi pilihan warna, serta optimasi antarmuka software yang disesuaikan dengan target konsumen masing-masing submerek.

Kelebihan dan Kekurangan yang Wajib Dipertimbangkan

Sebelum mengambil keputusan akhir, sangat penting untuk menimbang secara adil apa saja keuntungan yang didapat dan kompromi apa saja yang harus diterima dari Xiaomi Poco M5 ini. Setiap perangkat di kelas harga terjangkau pasti memiliki daftar prioritasnya sendiri.

Berikut adalah ringkasan poin-poin krusial yang berhasil diidentifikasi dari keseluruhan spesifikasi dan performa perangkat ini:

  • Kelebihan: Performa chipset MediaTek Helio G99 yang sangat bertenaga dan efisien di kelas harganya.
  • Kelebihan: Penggunaan tipe memori penyimpanan UFS 2.2 yang mempercepat respons sistem.
  • Kelebihan: Layar Full HD Plus dengan refresh rate adaptif hingga 90Hz.
  • Kelebihan: Fitur konektivitas melimpah termasuk NFC, IR Blaster, dan ketersediaan audio jack 3,5 mm.
  • Kelebihan: Ketahanan baterai 5000 mAh yang sangat solid untuk penggunaan seharian.
  • Kekurangan: Kemampuan pengisian daya yang lambat karena dibatasi hanya sebesar 18 Watt.
  • Kekurangan: Sistem kamera yang minimalis tanpa kehadiran lensa sudut lebar atau ultrawide.
  • Kekurangan: Kamera depan hanya beresolusi 5 Megapiksel dengan desain poni lawas.
  • Kekurangan: Tingkat kecerahan layar maksimal yang kurang ideal untuk penggunaan di bawah terik matahari langsung.
  • Kekurangan: Output audio masih mengandalkan speaker tunggal mono.

Rekomendasi Akhir

Xiaomi Poco M5 adalah perangkat yang secara tegas mengorbankan sektor visual kamera dan kecepatan pengisian daya demi memberikan performa pemrosesan data tertinggi yang bisa dicapai di kelas harganya. Jika prioritas utama Anda adalah mencari perangkat murah dengan performa chipset yang stabil untuk tugas-tugas komputasi harian atau gaming kasual tanpa kendala lag, kombinasi MediaTek Helio G99 dan storage UFS 2.2 pada ponsel ini sulit untuk ditandingi oleh kompetitor tradisionalnya.

Sebaliknya, bagi Anda yang lebih mementingkan kualitas fotografi yang fleksibel dengan lensa ultrawide, mendambakan layar AMOLED dengan warna kontras yang pekat, atau membutuhkan pengisian daya baterai instan yang selesai dalam waktu singkat, ponsel ini jelas bukan pilihan yang tepat untuk kebutuhan harian Anda.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang