Polisi Geledah Kantor KFA Terkait Kasus Hiburan Seksual Wasit

8 Agustus 2026, 04:01 WIB

Aparat kepolisian menggerebek kantor pusat Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) di Cheonan dan Seoul pada 6 Agustus 2026. Tindakan ini dilakukan menyusul pembongkaran laporan audit pemerintah terkait dugaan penyediaan hiburan seksual bagi wasit asing serta polemik penunjukan pelatih tim nasional, sebagaimana dilansir dari Bola.

Laporan audit Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan tahun 2016 mengungkap KFA diduga menggunakan kartu kredit perusahaan untuk membayar layanan hiburan seksual. Fasilitas tersebut diberikan kepada wasit tamu di panti pijat dan tempat hiburan dewasa di Seoul serta kota lainnya sepanjang Maret 2011 hingga Maret 2012.

Layanan tersebut menyasar sekitar belasan wasit dan koordinator pertandingan asal Jepang, Uni Emirat Arab, Iran, Bahrain, dan Uzbekistan dari tujuh laga internasional. Laga tersebut meliputi kualifikasi Olimpiade London 2012 dan Kualifikasi Piala Dunia 2014, di mana Korea Selatan tidak terkalahkan dengan catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang.

Kementerian menjelaskan bahwa rincian penyediaan hiburan seksual tersebut tidak diungkap pada audit 2016 karena kendala verifikasi fakta secara menyeluruh. Selain itu, pegawai yang terlibat penyalahgunaan kartu kredit perusahaan saat itu tidak dikenai sanksi pidana maupun disiplin organisasi.

Para wasit internasional tersebut secara khusus meminta dibawa ke tempat hiburan dewasa dan hal itu merupakan "praktik yang lazim pada masa itu", kata sejumlah mantan pejabat KFA kepada JTBC.

Klaim serupa juga diutarakan oleh pihak internal federasi mengenai kondisi di luar negeri pada periode yang sama.

"Praktik serupa berlangsung lebih buruk di negara lain," klaim seorang mantan eksekutif KFA.

Pihak federasi mengakui adanya kesulitan untuk melacak kembali riwayat transaksi keuangan pada tahun-tahun tersebut.

Pihaknya sulit memverifikasi penggunaan kartu kredit perusahaan dari periode tersebut, tetapi KFA kini telah menerapkan pedoman internal yang lebih ketat, kata seorang pejabat KFA yang masih aktif.

Penggeledahan oleh pihak kepolisian juga menyasar penyitaan dokumen terkait dugaan campur tangan petinggi KFA, termasuk mantan ketua Chung Mong-gyu, dalam penunjukan mantan pelatih timnas Hong Myung-bo pada 2024. Baik Chung Mong-gyu maupun Hong Myung-bo telah mengundurkan diri setelah Korea Selatan tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 dan sempat dimintai keterangan dalam sidang parlemen pada 30 Juli 2026.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang