Praktik perekaman rahasia menggunakan perangkat kacamata pintar Meta yang menyasar warga di Skotlandia kini memasuki ranah penyelidikan pihak berwenang. Seperti dilansir dari Detik iNET, Kepolisian Skotlandia sedang meninjau konten video milik kreator asal Inggris, Scott Margerison. Margerison yang mengunggah karya videonya di TikTok menggunakan nama E Dobbin, sering menghampiri orang asing untuk melakukan interaksi acak.
Perjalanan keliling Skotlandia yang dilakukannya pada akhir Juni lalu memicu bahaya lantaran memuat tindakan penyerangan privasi. Pria berumur 42 tahun tersebut ketahuan mengarahkan komentar bernada seksual kepada dua remaja saat berada di kapal feri. Tanpa disadari oleh korban beserta orang tua mereka, Margerison merekam percakapan tersebut memakai kamera tersembunyi pada kacamata pintar Meta.
Insiden serupa terulang di wilayah Skye saat Margerison melontarkan ujaran berbau keberagaman kepada pemilik toko keturunan India. Pemilik toko yang bermukim di sana selama 20 tahun mengaku terintimidasi dan menangis usai menyadari rekaman diam-diam itu diunggah ke internet.
Tindakan merekam orang lain secara tersembunyi menggunakan perangkat kacamata pintar dapat tergolong perbuatan ilegal. Aparat penegak hukum dapat menjerat pelaku jika aksi tersebut memenuhi unsur pelecehan, penguntitan, atau menimbulkan ketakutan bagi korban. Selain sanksi pidana, korban yang direkam tanpa izin pada area privasi juga berhak mengajukan gugatan perdata. Apabila hasil rekaman dipakai untuk kepentingan komersial, maka aturan mengenai perlindungan data pribadi juga akan berlaku.
"Kami mengetahui video-video yang diunggah di internet dan saat ini mengkaji konten tersebut," kata juru bicara kepolisian setempat.
Respon Produsen dan Fitur Privasi
Popularitas kacamata pintar yang memadukan kamera, mikrofon, dan akses internet kini terus meningkat sebagai asisten berbasis kecerdasan buatan. Meskipun memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas visual, perangkat ini membawa ancaman baru bagi privasi publik. Guna mencegah perekaman rahasia, produsen menyertakan lampu indikator yang akan menyala ketika kamera aktif.
Namun, beberapa pengguna dilaporkan mencari cara untuk mematikan lampu indikator tersebut secara paksa. Pihak Meta menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan menutup akun-akun milik Margerison. Meta menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga kepercayaan pengguna dan masyarakat sekitar.
"Bagi mereka yang mengenakannya maupun orang di sekitar mereka, kepercayaan adalah hal utama. Itulah sebabnya kami membangun sistem privasi ke kacamata AI kami sejak awal desain," kata pihak Meta yang dikutip dari BBC.
Kepala Instagram Adam Mosseri mengungkapkan bahwa upaya perusakan lampu indikator telah diantisipasi. Melalui pembaruan sistem terbaru, tindakan merusak lampu indikator akan membuat perangkat kacamata tidak dapat berfungsi.







