Seorang dokter mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau berinisial ACL ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian, Siak, akibat tekanan psikologis dan beban finansial, sebagaimana dilaporkan oleh Detikcom pada Selasa (4/8/2026).
Penemuan jenazah dilakukan oleh petugas keamanan setelah korban dilaporkan hilang oleh istrinya sejak Senin (13/7). Di sekitar lokasi kejadian yang berjarak sekitar lima meter dari pagar luar rumah sakit, petugas menemukan tas berisi perlengkapan medis milik korban.
Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat berjalan seorang diri menuju lokasi tanpa didampingi orang lain. Hasil autopsi menunjukkan adanya bekas suntikan di punggung tangan kiri korban, sementara memar di kepala dipastikan bukan menjadi penyebab kematian dan luka lainnya terjadi pasca-kematian akibat aktivitas serangga.
Pemeriksaan psikologi forensik mengungkap bahwa korban mengalami tekanan berat akibat beban pendidikan PPDS serta persoalan keuangan. Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban memiliki akses ke obat-obatan anestesi yang mempermudah tindakan tersebut.
"Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban juga memiliki pengetahuan dan akses terhadap obat-obatan anestesi yang kemudian menjadi faktor yang mempermudah tindakan bunuh diri. Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam korban," kata Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos.
Hasil pemeriksaan telepon genggam memperkuat indikasi masalah keuangan yang dialami oleh korban sebelum meninggal dunia.
"Ada juga ditemukan riwayat utang pinjaman online dan penggunaan uang berlebihan untuk suatu kegiatan," kata Kosmos lagi.






