Polresta Banyuwangi Gelar Talkshow Literasi Digital Hari Bhayangkara

19 Juni 2026, 02:01 WIB

Polresta Banyuwangi menyelenggarakan talkshow bertajuk ‘Banyuwangi Berseri dalam Semangat Literasi’ di Hotel Aston Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (24/7/2025). Acara dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat di era teknologi, seperti dilansir dari Papanskor.

Forum interaktif tersebut mempertemukan berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi media, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, hadir sebagai narasumber dan menegaskan perbedaan mendasar karakteristik antara media online profesional dengan media sosial.

"Literasi digital sangat penting agar masyarakat dapat membedakan mana informasi yang berasal dari media sosial dan mana yang berasal dari media online yang terverifikasi,” kata Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia.

Agus menambahkan bahwa media online memiliki struktur redaksi dan kantor yang jelas sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik. Langkah ini berbeda dengan media sosial yang bebas memposting informasi tanpa proses verifikasi.

"Inilah pentingnya publik memahami karakteristik media agar tidak mudah terpapar informasi keliru," tutur Agus Sulistriyono.

Ekosistem Promedia Teknologi Indonesia saat ini telah menaungi 1.200 media dan 40.000 penulis di seluruh Indonesia. Pengawasan ketat terus dilakukan agar konten yang diproduksi tidak menyesatkan publik dan tetap mematuhi regulasi.

"Promedia berpegang pada koridor Dewan Pers dan selalu menjaga agar setiap konten berita tidak menyerang pihak mana pun serta tidak keluar dari kaidah jurnalistik," jelas Agus Sulistriyono.

Pelatihan dan pengarahan berkala juga diberikan oleh Promedia kepada jaringan medianya. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan industri media digital yang sehat dan berintegritas di tanah air.

"Kami ingin menjadi bagian dari upaya membangun literasi digital nasional yang kuat," kata Agus Sulistriyono.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, turut membuka jalannya acara secara daring. Nezar menekankan perlunya kreativitas masyarakat luas dalam mengadopsi perkembangan teknologi digital terkini.

"Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang bijak dan kreatif dalam menggunakan media sosial serta teknologi Artificial Intelligence (AI)," ungkap Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.

Diskusi yang dimoderatori oleh Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, ini juga menghadirkan Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso. Budi mengimbau masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menyaring informasi yang beredar cepat.

"Kita harus bijak, jangan langsung membagikan informasi sebelum dipahami dan diverifikasi," terang Budi Santoso, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi.

Anggota Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo, yang hadir dalam forum tersebut menyoroti fenomena pamer kemewahan atau flexing di ruang digital. Menurutnya, tindakan tersebut kerap kali mengabaikan perlindungan wilayah privasi.

"Gunakan media sosial secara bijak, jangan berlebihan, dan hentikan kebiasaan membagikan informasi pribadi yang tidak aman," tegas Agus Sudibyo, Dewan Pengawas LPP TVRI.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang