Polsek Ciputat Timur Amankan Remaja Terlibat Tawuran di Tangsel

6 Agustus 2026, 02:48 WIB

Kepolisian Sektor Ciputat Timur mengamankan sejumlah remaja yang terlibat aksi tawuran antar-kelompok di kawasan Ciputat, Kabupaten Tangerang Selatan, Minggu (2/8) pagi. Peristiwa ini dipicu oleh aksi provokasi suara knalpot sepeda motor serta saling tantang melalui media sosial, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Insiden perselisihan tersebut melibatkan sekelompok remaja dari Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya. Gesekan berawal saat warga Gang Swadaya sedang beraktivitas memasang bendera dan umbul-umbul untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Awalnya warga Swadaya itu informasinya mau memasang umbul-umbul untuk kemerdekaan. Ada motor yang nggak tahu motor siapa, nggak jelas juntrungannya, motor itu digeber-geber gitu. Nah, di situ emosilah, yang jadi pemantik," jelas Kapolsek Ciputat Timur Bambang Askar Sodiq saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Perselisihan di lapangan kemudian membesar lantaran kedua kelompok saling memprovokasi menggunakan akun media sosial masing-masing.

"Ditambah lagi dengan media sosial, masing-masing kelompok, geng itu, punya medsos. Nurul Huda sama itu punya medsos juga. Trigger-nya dari medsos, pancing-pancingannya dari sana. Saling postingan itu tadi, ada yang saling nantang, ada yang lewat DM juga," tutur Bambang.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak melakukan penyisiran serta mendirikan tiga posko penjagaan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi aksi susulan selama tiga hari, sejak Minggu hingga Selasa.

"Kita posko-in, buat, kita buat tiga pos di situ. Nah, tugas kami kan bagaimana bisa memenangkan dan menenangkan hati dan pikiran warga kan? Itu yang pasti.

Tiga hari kan (sweeping). Minggu, Senin, Selasa ya," terang Bambang.

Selain mengamankan para pelaku, Bambang memberikan klarifikasi terkait rekaman video viral yang melempar narasi adanya teror kelompok bertopeng di wilayah Ciputat. Ia menegaskan para remaja tersebut hanya mengenakan helm dan masker untuk pelindung diri.

"Bukan teror. Ini saya sampaikan biar clear, biar tidak ada ketakutan masyarakat ada teror. Bukan.

Itu anak-anak, itu helm. Biar nggak terkena, tapi penampilannya menggunakan itu helm. Ada helm, ada masker juga.

Kita kan ngamankan," imbuhnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang