Presiden Prabowo Subianto meninjau beragam hasil riset dan inovasi teknologi buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan pameran tersebut berlangsung di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Detikcom.
Prabowo menguji langsung sejumlah produk, salah satunya genteng biomassa berbasis limbah organik. Kepala Negara membanting genteng buatan serabut kelapa, sekam padi, anyaman bambu, dan ampas tebu tersebut guna memastikan tingkat kekuatannya.
"Nggak mudah pecah? Bagus ini, biaya berapa? Tipe 36 biayanya berapa?" kata Prabowo.
Peneliti BRIN menjelaskan bahwa estimasi biaya genteng biomassa untuk rumah tipe 36 berkisar antara Rp 11 juta hingga Rp 12 juta. Selain genteng, Prabowo turut memegang dan menekuk beberapa sampel sepatu buatan BRIN untuk memeriksa kelenturan materialnya.
Peninjauan berlanjut ke alat pengolahan air darurat yang mampu mengubah air laut, air tanah, air sungai, hingga air banjir menjadi air siap minum. Prabowo beserta sejumlah menteri meminum langsung air hasil olahan perangkat riset tersebut.
Prabowo juga mencicipi keripik ubi ungu dari varietas unggul riset BRIN dan membagikannya kepada para menteri yang hadir di lokasi.
Sejumlah menteri mendampingi agenda peninjauan ini, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Ragam bidang teknologi yang dipamerkan BRIN mencakup kedirgantaraan, keantariksaan, ketahanan air, ketenaganukliran, energi, mineral, pengelolaan sampah, kebencanaan, kesehatan, transportasi, MBG, pangan, hingga pertahanan dan keamanan.






